Sabtu, 08 Juli 2023

Juara 1 Lomba Esai Nasional Kategori Siswa SMA/SMK Sederajat LINGFEST 2023

                                                       LOMBA ESAI NASIONAL

LINGFEST 2023

ZELGROP: PEMANFAATAN RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus)  DAN HVS BEKAS SEBAGAI KERTAS SENI BERBASIS  METODE BISNIS SWOT GUNA MEWUJUDKAN SOCIETY 5.0

Disusun Oleh:

SMA Negeri 1 Kuta Selatan

1. Christian Bo Constantine

2. Ni Putu Riana Sari

3. Ni Made Amara Dwitasari

SMA NEGERI 1 KUTA SELATAN

MIPA

2023

 

 

ZELGROP: PEMANFAATAN RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus)  DAN HVS BEKAS SEBAGAI KERTAS SENI BERBASIS  METODE BISNIS SWOT GUNA MEWUJUDKAN SOCIETY 5.0

“When environment changes, there must be a corresponding change in life.” -Charles Lindbergh

Christian Bo Constantine, Ni Putu Riana Sari, Ni Made Amara Dwitasari SMA Negeri 1 Kuta Selatan


PENDAHULUAN 

Penggundulan hutan masih menjadi isu degradasi lahan yang paling masif  terjadi di Indonesia. Meski Badan Pusat Statistik menyatakan pada kurun waktu 2019  hingga 2020 laju deforestasi di Indonesia telah menurun drastis, faktanya sejak 2015  hingga 2020, Indonesia telah kehilangan 213 juta hektare hutan atau setara 3,5 kali luas  Pulau Bali.Sangat ironis, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 273 juta jiwa di  akhir tahun lalu menuntut pasokan pangan yang tak sedikit, produksi sandang yang  terus bertumbuh, hingga berkembangnya pembangunan untuk memenuhi kebutuhan  hunian serta sentra perekonomian masyarakat. Semua itu jelas-jelas memberdayakan  sumber daya yang berujung pada penebangan hutan, lagi. Penebangan pohon  memberikan dampak negatif bagi hewan, yaitu migrasi hewan, kesulitan mendapatkan  makanan, kesulitan mendapatkan tempat tinggal, dan hewan dapat mengganggu  manusia. Sampah juga memberikan dampak negatif bagi hewan, seperti mengganggu  habitat hewan. 

Penggunaan kertas di Indonesia bisa dibilang cukup tinggi. Bahkan menurut  kementerian perindustrian republik Indonesia (Kemenperin), pada tahun 2013  Indonesia menempati peringkat ke-9 untuk produsen pulp terbesar di dunia dan ke-6  untuk produsen kertas di dunia. Disisi lain, menurut Forest Watch Indonesia (FWI)  pada bukunya yang diterbitkan pada tahun 2018, berjudul “Deforestasi Tanpa Henti: 

Potret Deforestasi di Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Maluku” mengatakan  bahwa pada periode tahun 2009 hingga 2013, hutan Indonesia hilang seluas 1,13 juta  hektar setiap tahunnya. Menurut FWI, kecepatan hilangnya hutan Indonesia tersebut  setara dengan tiga kali luas lapangan sepak bola per menit. Tidak mengherankan  apabila besarnya produksi kertas dan isu deforestasi hutan tersebut akhirnya membuat  para pemerhati lingkungan merasa khawatir. Hingga akhirnya muncul berbagai 

gerakan untuk hemat kertas. Salah satu cara yang paling banyak digunakan saat ini  adalah dengan membuat inovasi pengolahan limbah kertas menjadi kertas baru yang  memiliki nilai guna. 

Kertas adalah salah satu limbah yang paling banyak dihasilkan oleh manusia,  baik yang dihasilkan oleh rumah tangga maupun sekolah dan perkantoran. Limbah kertas menjadi salah satu masalah yang serius bagi bumi ini. Pada umumnya kertas  berbahan dasar dari alam dan biasanya dari pepohonan. Maka Semakin kita banyak  mempergunakan kertas maka kita membantu menjaga keseimbangan alam. Mendaur  ulang kertas bisa membantu pemerintah untuk penanggulangan sampah, terutama  limbah kertas. Mengolah kembali kertas bekas berarti kita menghemat 13 juta batang  pohon, 400 liter minyak, 4100 Kwh listrik dan 31.780-liter air. Penelitian terinspirasi  dari banyaknya kertas yang dibuang namun tidak dipakai lagi yang kemudian  menimbulkan masalah seperti memakan tempat untuk penyimpanan kertas bekas yang  sudah tidak dipakai lagi. Kertas bekas yang dibuang percuma, akhirnya akan  menambah jumlah sampah. 

Berdasarkan masalah-masalah yang timbul dari limbah kertas bekas diatas,  maka penulis memunculkan inovasi untuk memanfaatkan limbah kertas berkas ini  dengan teknik daur ulang dan dikombinasikan dengan bahan tambahan lainnya. Kertas  merupakan kebutuhan pokok untuk melakukan setiap kegiatannya. Jadi pemasaran  kertas daur ulang ini terbilang mudah namun dengan syarat mutu kertas dapat bersaing.  Kertas daur ulang ini memiliki peluang besar, dalam gagasan ini, penulis menggunakan  strategi pemasaran menggunakan Analisis SWOT guna menghadapi era society 5.0.  SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi  kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman  (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.  

Salah satu jenis bisnis adalah bisnis UMKM, bisnis UMKM berbasis ramah  lingkungan ini dapat dibentuk dan dapat dikembangkan hingga menjadi sebuah  perusahaan berpendapatan tinggi. Namun, semua itu dapat terjadi bila didasari dengan  metode dan rancangan yang sempurna. Hal ini dilihat dari segi motto utama dunia  ekonomi yaitu “Modal sekecil-kecilnya untuk hasil seuntung untungnya”. Selain itu  efektivitas dan efisiensi jelas menjadi sebuah prioritas utama yang harus  dipertimbangkan oleh para pihak yang melakukan jual beli, terlebih oleh pihak-pihak  pelaku ekonomi seperti sebuah perusahaan karena dengan semakin efektif dan efisien  suatu pekerjaan dilakukan, maka keuntungan juga akan semakin banyak didapatkan,  dan sudah menjadi sebuah keniscayaan dalam ekonomi bahwa pelaku ekonomi akan  berusaha untuk mencari keuntungan semaksimal mungkin dengan mengeluarkan 

pengorbanan yang seminimal mungkin. Dengan metode dasar yang jelas dan  terstruktur maka sudah dapat dipastikan keuntungan yang dapat diraup akan semakin  menjanjikan.  

ZELGROP: PEMANFAATAN RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus) DAN HVS  BEKAS SEBAGAI KERTAS SENI  

Berdasarkan pemaparan diatas maka dikombinasikanlah kertas HVS bekas dengan  campuran konsentrat rumput teki yang dijadikan sebagai pulp sehingga lahir sebuah  inovasi kertas seni bernama ZELGROP. Tujuan dari pembuatan kertas seni daur ulang  ini disamping untuk mengurangi penebangan pohon juga diharapkan mampu menjadi  bahan baru dalam dunia bisnis sehingga ZELGROP dilakukan analisis untuk menilik  kekurangan dan kelebihan produk ini bila dipasarkan secara luas serta untuk  menghitung seberapa besar keuntungan atau laba yang bisa diperoleh jika ZELGROP  dijadikan sebagai bisnis baru. 

PROSES PEMBUATAN ZELGROP 

Tahap Perancangan 

Tahap perancangan produk adalah tahap pertama yang dilakukan dalam proses  pembuatan kertas ZELGROP. Pada tahap ini dilakukan pencarian referensi dari jurnal  literature tentang bahan bahan apa saja yang dapat diolah untuk menghasilkan kertas  berkualitas tanpa harus menggunakan selulosa pohon ataupun untuk mengetahui proses  menanggulangi penebangan pohon. Selain itu dilakukan pula tahap wawancara,  wawancara ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat menyikapi tawaran  bisnis UMKM ramah lingkungan seperti produk bisnis ZELGROP ini. Selain itu  dilakukan pula proses pengujian terhadap rumput teki (Cyperus rotundus

1.1 Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan ZELGROP ini antara lain: 

Gelas Beker 

Wadah atau bak peracik 

Mortar 

Alu 

Botol bekas 

Gunting 

Timbangan digital 

Spons 

Hot Plate 

Blender 

Kain Furing 

Sendok 

Triplek 

Bingkai Foto 

1.2 Bahan yang digunakan dalam pembuatan ZELGROP yakni: 

Rumput Teki 

HVS bekas 

NaOH 

Aquades 

Air 

Tahap Pembuatan ZELGROP 

Dalam proses pembuatan Kertas Seni ZELGROP ini dilakukan penelitian yang  dibagi menjadi 3 tahapan yaitu pembuatan pulp rumput teki, pembuatan pulp kertas  HVS bekas dan pembuatan lembaran kertas seni dengan rangkaian proses seperti  dibawah ini:  

A. Pembuatan Pulp Rumput Teki 

Berikut adalah proses pembuatan pulp dari rumput teki: 

1. Rumput teki kering dipotong kecil dengan ukuran kurang lebih 2 x 2 cm. 2. Rumput teki yang sudah dipotong kecil ditimbang menggunakan timbangan  digital dengan perlakukan 40%. 

3. Setelah rumput ditimbang maka dilakukan proses delignifikasi rumput teki  kering menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) p.t dengan  konsentrasi 8% dan air disesuaikan serta proses dilakukan dengan  pemanasan hingga suhu 1000 C selama 60 menit menggunakan hot plate

4. Setelah rumput teki dimasak maka dilakukan proses penyaringan rumput  teki menggunakan kain furing. 

5. Maka setelah itu rumput bisa dihaluskan menggunakan blender dengan  penambahan air 300 ml selama 3 menit. Penghalusan selama 3 menit  dilakukan untuk mendapatkan tekstur serat rumput teki 

B. Pembuatan Pulp Kertas HVS 

Berikut merupakan proses pembuatan pulp dari kertas HVS bekas: 

1. Kertas HVS bekas dipotong kecil kurang lebih ukuran 2 x 2 cm  menggunakan gunting 

2. Kertas ditimbang dengan menggunakan timbangan digital 

3. Setelah kertas ditimbang secukupnya maka kertas direndam menggunakan  air sebanyak 300 ml 

4. Kertas disaring dengan kain furing untuk memisahkan kertas dan air bekas  rendaman yang mengandung logam 

5. Selanjutnya kertas HVS yang sudah direndam dihaluskan menggunakan  blender dengan penambahan aquades sebanyak 300 ml 

6. Pulp kertas pun jadi

C. Penggabungan Pulp Rumput Teki dan Pulp Kertas HVS Berikut merupakan proses penggabungan antar Pulp Rumput Teki dan Pulp  Kertas HVS menjadi kertas seni  

1. Pulp rumput teki dan pulp kertas dicampur dan dihomogenkan  menggunakan wadah dan diblender sekali lagi 

2. Setelah itu campuran pulp dicetak menggunakan kaca bekas dengan triplek  yang sudah dilapisi bingkai 

3. Kertas yang sudah dicetak dilakukan proses penirisan dengan bantuan  spons agar kandungan air berkurang 

4. Setelah melalui proses pencetakan maka kertas dijemur di bawah terik  matahari selama 4 jam di rentang waktu pukul 10.00 sampai 14.00 

D. Diagram Alir (Flowchart) Proses Pembuatan ZELGROP 

Pengolahan Pulp  

Rumput Teki 

Pengolahan Pulp HVS bekas 

FT

Penggabungan dan  

penghomogenan Pulp  

Rumput Teki dan Kertas Selesai Selesai 

Proses  

pencetakkan 

Proses  

penjemuran  Kertas 

Tahap Uji Organoleptik (Hedonik) 

Uji Organoleptik yang digunakan adalah uji kesukaan (hedonik). Panelis diberi  formulir isian untuk memberikan penilaian terhadap sampel yang disajikan. Sampel  diujikan kepada dua kategori, yaitu siswa kelas 10, dan 11 SMA Negeri 1 Kuta Selatan.  Panelis diharapkan dapat menanggapi persepsi penerimaan pada sampel yang meliputi  nilai hedonik warna, tekstur, aroma, dan penerimaan produk.

SKALA 

WARNA 

TEKSTUR 

AROMA 

KE 

TAHANAN

PENERIMAAN  PRODUK

Sangat  

suka

Sangat  

halus

Sangat  

wangi

Sangat Kuat 

Sangat tertarik

Suka 

Halus 

Wangi 

Kuta 

Tertarik

Cukup  

suka

Cukup  

halus

Cukup  

wangi

Cukup kuat 

Cukup tertarik

Kurang  

suka

Kurang  

halus

Kurang  

wangi

Mudah  

sobek

Kurang tertarik

Tidak  

suka

Tidak halus 

Tidak  

wangi

Sangat  

mudah  

sobek

Tidak tertarik



NO 

NAMA  

PANELIS

Umur 

(tahun)

L/P 

UJI ORGANOLEPTIK (UJI HEDONIK)


WARNA TEKSTUR AROMA 


KET 

AHA 

NAN

PENERIM AAN  

PRODUK

Siswa kelas 10

Ida 

5

Shiva 

5

Adi 

4

Untari 

5



NO 

NAMA  

PANELIS

Umur 

(tahun)

L/P 

UJI ORGANOLEPTIK (UJI HEDONIK)


WARNA TEKSTUR AROMA 


KET 

AHA 

NAN

PENERIMAAN  PRODUK



Siswa Kelas 11

Putri 

16 

5

Novita 

16 

4



NO 

NAMA  

PANELIS

Umur 

(tahun)

L/P 

UJI ORGANOLEPTIK (UJI HEDONIK)


WARNA TEKSTUR AROMA 


KET 

AHA 

NAN

PENERIMAAN  PRODUK

Siswa Kelas 12

Rani 

30 

4

Virna 

32 

5

Indira 

41 

4

Jumlah 

40 

36 

42 

39 

41

Mean 

4,4 

4,6 

4,3 

4,5



Berdasarkan pada data di atas mengenai hasil uji organoleptik ZELGROP bahwa  kategori warna mendapatkan total nilai sebesar 40, kategori tekstur mendapat total nilai  sebesar 36, kategori aroma mendapat total nilai sebesar 42, kategori ketahanan  mendapat total nilai sebesar 39 dan kategori penerimaan produk sebesar 41. Sedangkan  untuk nilai rata-rata, kategori warna mendapat rata-rata nilai 4,4, kategori tekstur  mendapat rata-rata nilai 4, kategori aroma mendapat rata-rata nilai 4,6, kategori  ketahanan mendapat rata-rata nilai 4,3 dan kategori penerimaan produk mendapat rata rata nilai 4,5. Kategori ini tergolong tinggi

1. Tahap Analisis SWOT 

1.1 Rancangan bisnis dengan Metode SWOT 

Strength (Kekuatan) 

Weakness (Kelemahan))

1. Kertas tidak gampang  sobek seperti kertas pada  

umumnya 

2. Produk ini merupakan  kertas multifungsi dapat  digunakan sebagai tempat  menulis ataupun dicetak  menjadi surat undangan  dan lain sebagainya 

3. Bersifat ramah lingkungan 4. Mengurangi penggunaan  pohon sebagai bahan baku  kertas sehingga kertas bisa  digunakan lebih dari sekali 

5. Memiliki nilai jual karena  estetika tinggi

Tidak kedap air

Opportunity (Peluang) 

Threat (Ancaman)

1. Produk memiliki nilai jual  sehingga dapat  

memberikan peluang bisnis  pada  

2. Mendukung inovasi  pengurangan penenbangan  pohon 

Produk lain yang  menjadi saingan  

terhadap produk ini  

cenderung lebih halus



1.2 Peringanan Risiko Bisnis 

Berdasarkan analisis SWOT yang sudah dilakukan maka dapat dicanangkan  beberapa penanganan terhadap resiko bisnis yang mungkin akan terjadi,  penanganan tersebut dapat dilihat seperti dalam tabel dibawah ini: 

Resiko 

Penanganan Resiko



Klien merusak produk sebelum  membeli

Pembeli wajib membeli produk  tersebut

Sebuah competitor baru memotong harga produk

Memberikan nilai tambah (add  value) baik dalam pelayanan  maupun dari segi kualitas  produk sehingga konsumen  lebih memilih ZELGROP

Ulasan negatif yang  mempengaruhi brand image

Tetap menjaga dan  memberikan pelayanan yang  terbaik



2. Tahap Uji Efektivitas Produk 

Tahap terakhir dalam merealisasikan produk ini adalah dengan menguji  kualitas produk. Tujuan uji efektivitas merupakan salah satu proses  pengembangan produk agar ketika produk sudah sampai ditangan konsumen  maka konsumen dapat menerima produk yang berkualitas.  

Mekanisme Pengumpulan dan Pengolahan Data 

Uji kelayakan ZELGROP dapat diketahui melalui data hasil uji  efektivitas. Proses pendataan ini dilakukan kepada 15 panelis dengan rentan  usia 16 hingga 19 tahun. Adapun pertanyaan yang diberikan adalah seputar  kelebihan dan kekurangan pameran yang dilakukan melalui media google  form. 

Dikarenakan semua pernyataan yang diberikan oleh penulis kepada  responden bersifat positif, maka angka terbesar yang diberikan terdapat  pada respon pilihan “sangat setuju.” Setelah mendapatkan data, kemudian  data diolah serta diklasifikasikan dengan klasifikasi seperti ketentuan yang  diterapkan oleh Systematic Literature Review (Sariana, 2015)  

 n  

 HP = x 100%  

 N  

Keterangan: 

HP = Hasil Persentase 

n = Jumlah opsi yang dipilih panelis 

N = Jumlah soal

Setelah uji efektivitas selesai dilakukan maka. Proses selanjutnya adalah  melakukan perhitungan persentase dengan kriteria seperti dibawah ini: 90% <nilai< 100% = Sangat setuju 

70% <nilai< 89 % = Setuju 

55% <nilai< 69% = Ragu ragu 

35% <nilai< 44 % = Tidak setuju 

10% <nilai< 34 % = Sangat tidak setuju 

Dalam google form, dicantumkan nilai opsi setiap pertanyaan adalah  5 = Sangat setuju 

4 = Setuju 

3 = Ragu ragu 

2 = Tidak setuju 

1 = Sangat tidak setuju 

1.1 Akumulasi Nilai Persentase 

Tabel 4. Akumulasi Nilai Persentase Uji Kelayakan ZELGROP 

Persentase (%) Kriteria  

 90% Sangat Setuju  

Panelis dalam uji efektivitas ini diambil dari warga sekitar penulis yang  dominan berada di wilayah Kuta Selatan, Badung, Bali. Adapun rekam  waktu pengambilan uji dilakukan mulai tanggal 1 hingga 7 Juni 2023.  Berdasarkan hasil uji efektivitas diperoleh persentase sebesar 90% dengan  kriteria nilai sangat setuju. Hal ini membuktikan bahwa produk bisnis  ZELGROP layak digunakan sebagai salah satu inovasi baru guna  mewujudkan Society 5.0.  

2. Tahap Pengembangan dan Promosi Produk 

Produk jenis ZELGROP ini memang telah banyak diketahui  berdasarkan jurnal dengan ini dapat diketahui untuk melakukan pendekatan  dengan implementasi produk ini akan terus mengalami perubahan sesuai  kebutuhan konsumen dan para pengusaha. Saat pengembangan pada ranah  sosial, tentunya hal ini memerlukan bantuan public figure maupun pemerintah  agar dapat bahu membahu untuk menyebarkan inovasi ini dalam skala yang  lebih luas lagi. Tidak cukup sampai disitu, penulis juga akan melakukan  promosi dalam ranah dunia maya. Beberapa platform yang akan dijadikan  sebagai media promosi diantaranya ada Instagram, Tiktok, Whatsapp, Twitter.  Tidak hanya dari segi bantuan public figure dan juga media sosial, untuk 

merealisasikan bisnis ini diperlukan pula kontribusi generasi muda sebagai  tonggak awal untuk merealisasikan inovasi ini secara murni di kalangan  masyarakat 

KESIMPULAN 

Berdasarkan materi yang sudah dipaparkan maka dapat ditarik kesimpulan  yaitu akibat meningkatnya kasus penebangan pohon secara ilegal dan meningkatnya  penggunaan kertas setiap harinya maka penulis menginovasikan sebuah produk kertas  seni daur ulang dengan kombinasi rumput teki yang mana kertas tersebut adalah  ZELGROP. Diharapkan dengan adanya ZELGROP ini bisa menjadi alternatif lain  dalam dunia pendidikan untuk mengurangi angka penggunaan selulosa yang  menyebabkan adanya penebangan pohon secara ilegal. Disamping itu ZELGROP juga  diterima baik oleh siswa lantaran dilihat dari hasil uji organoleptik yang mencapai  angka lebih dari 4 dan juga dilihat dari hasil uji efektivitas yakni 90% yang tergolong  kategori sangat disetujui oleh masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA 

Addin, M. 2018. Penggunaan Daun Nanas Sebagai Bahan Baku pembuatan Kertas  Seni Berwarna. Jurnal Desain Komunikasi Visual. 5(1): 1 – 7 

Ambriyanto, K. 2010. Isolasi dan Karakteristik Bakteri Aerob Pendegradasi Selulosa  dari Serasah Daun Rumput Gajah. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.  Surabaya 

Bahri, S. 2015. Pembuatan Pulp dari Batang Pisang. Jurnal Teknologi Kimia Unimal.  (4) 2: 36-50 

Mardaningsih, F., M.A.M. Andriani and Kawiji. 2012. The influence of ethanol  concentration and temperature of spray dryer for chlorophyll powder  characteristic of alfalfa (Medicago sativa L) by using binder maltodextrin.  Jurnal Teknosains Pangan 1(1): 110-117. 

Mussato, S., E.M.S. Machado., S. Martins and A. Jose. Teixeira. 2011. Production,  composition, and application of coffee and its industrial residues. Journal Food  Bioprocess Technology. 4(5): 661-672.  

Napitupulu, Franky. 2009. “Analisis SWOT Dalam Meningkatkan Daya Saing Pada  PT. Bussan Auto Finance Cabang Medan.” Skripsi Fakultas Ekonomi  Universitas Sumatra Utara.  

Porter, E. Michael. 2001. Strategi Bersaing. Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing.  Jakarta PT. Erlangga 

Radiosunu. 2001. Manajemen Pemasaran: Suatu Pendekatan Analisis. Edisi 2.  Yogyakarta: BPFE.  

Rangkuti, Freddy. 2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia  Pustaka Utama, Jakarta

SCAN KARTU PELAJAR

DAFTAR RIWAYAT HIDUP 

A. Identitas Diri 

1. 

Nama Lengkap 

Christian Bo Constantine

2. 

Jenis Kelamin 

Laki - Laki

3. 

Program Studi 

MIPA

4. 

Perguruan Tinggi 

SMAN 1 Kuta Selatan

5. 

Tempat dan tanggal lahir 

Denpasar,19 Juni 2006

6. 

Email 

christianboconstantine23@gmail.com

7. 

Nomor telepon/HP 

081268476588



B. Kegiatan Organisasi yang sedang/pernah diikuti 

No 

Jenis Kegiatan 

Status Dalam Kegiatan 

Waktu dan Tempat

1. 

Osaka Books Day 

Bendahara

28 – 29 April,  

SMAN 1 Kuta  

Selatan

2.




3.






C. Penghargaan yang Pernah Diterima 

No 

Jenis Penghargaan 

Pihak Pemberi  

Penghargaan 

Tahun

1. 

Juara 2 Esai Opini 

UNDIKSHA 

2022

2.




3.






Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah  benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian  hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup  menerima sanksi.  

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi  salah satu persyaratan dalam mengikuti Lomba Esai Nasional LINGFEST 2023  LSP PGSD KEBUMEN FKIP UNS 

Kuta Selatan, 8 Juni 2023 

Christian Bo Constantine

D. Identitas Diri 

1. 

Nama Lengkap 

Ni Putu Riana Sari

2. 

Jenis Kelamin 

Perempuan

3. 

Program Studi 

MIPA

4. 

Perguruan Tinggi 

SMAN 1 Kuta Selatan

5. 

Tempat dan tanggal lahir 

Pesaban, 14 April 2005

6. 

Email 

saririana183@gmail.com

7. 

Nomor telepon/HP 

085792260733



E. Kegiatan Organisasi yang sedang/pernah diikuti 

No 

Jenis Kegiatan 

Status Dalam Kegiatan 

Waktu dan Tempat

1. 

Osaka Books Day 

Penanggung Jawab

28 – 29 April 2023,  SMAN 1 Kuta  

Selatan

2.




3.






F. Penghargaan yang Pernah Diterima 

No 

Jenis Penghargaan 

Pihak Pemberi  

Penghargaan 

Tahun

1. 

Juara 2 Esai Opini 

UNDIKSHA 

2022

2.




3.






Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah  benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian  hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup  menerima sanksi.  

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi  salah satu persyaratan dalam mengikuti Lomba Esai Nasional LINGFEST 2023  LSP PGSD KEBUMEN FKIP UNS 

Kuta Selatan, 8 Juni 2023 

Ni Putu Riana Sari

G. Identitas Diri 

1. 

Nama Lengkap 

Ni Made Amara Dwitasari

2. 

Jenis Kelamin 

Perempuan

3. 

Program Studi 

MIPA

4. 

Perguruan Tinggi 

SMAN

5. 

Tempat dan tanggal lahir 

Denpasar,18 Maret 2023-

6. 

Email 

amaradwitasari@gmail.com

7. 

Nomor telepon/HP 

081999713298



H. Kegiatan Organisasi yang sedang/pernah diikuti 

No 

Jenis Kegiatan 

Status Dalam Kegiatan 

Waktu dan Tempat

1. 

Osaka Books Day 

Sie Acara

28 – 29 April,  

SMAN 1 Kuta  

Selatan

2.




3.






I. Penghargaan yang Pernah Diterima 

No 

Jenis Penghargaan 

Pihak Pemberi  

Penghargaan 

Tahun

1. 

Juara 2 Videografi 

Univ Bandar Lampung 

2022

2.




3.






Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah  benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian  hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup  menerima sanksi.  

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi  salah satu persyaratan dalam mengikuti Lomba Esai Nasional LINGFEST 2023  LSP PGSD KEBUMEN FKIP UNS 

Kuta Selatan, 8 Juni 2023 

Ni Made Amara Dwitasari


LAMPIRAN 

Lampiran 1 

DAFTAR NAMA RESPONDEN 

No 

Nama 

Usia

Desi Kariani 

16

Ni Made Virna Dwi Agustina 

17

Cergio Alena Barung 

16

Komang Sri Rahayu 

16

Made Ida Citra Vannia 

17

I Putu Dirga Bramesta Wijana 

17

Ni Kadek Shiva Maharani Wandana 

16

Ni Kadek Dwi Antari 

16

Ni Wayan Aulia Satya Dewi 

16

10 

I Komang Adi Darmawan 

16

11 

Gusti Ayu Tika Megiyanti 

17

12 

Ni Wayan Putri Novita Dewi 

18

13 

Ketut Sri Untari Dewi 

16

14 

Ni Made Bela Anjani 

16

15 

Ni Made Cahya Permata Sari 

17

16 

Ni Wayan Eka Mardani 

18

17 

Luh Putu Despita Rani 

17

18 

Komang Pratiwi Putri Maharani 

16

19 

Ni Nyoman Indira Cahyani 

17



DAFTAR NAMA NARASUMBER 

1. Drs. I Nym Sudiana, S.H, M. Pd (Guru Biologi SMA Negeri 1 Kuta Selatan) 2. I Made Bagiastra S. Pd (Guru Fisika SMA Negeri 1 Kuta Selatan) 

3. Putu Tita Inggriani Cintya Dewi S. Pd M.M (Guru Matematika dan PKWU SMA  Negeri 1 Kuta Selatan) 

4. Komang Sri Rahayu (Siswa kelas 10) 

5. Ni Nyoman Indira Cahyani (Siswa kelas 11) 

6. Ni Ketut Saraswati Dhammasari (Siswa kelas 12) 

DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA 

1. Apa tanggapan anda terhadap pohon yang ditebang secara ilegal? 

2. Menurut anda, inovasi apa yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah  penebangan pohon secara ilegal? 

3. Apakah anda mengetahui tentang rumput teki? 

4. Jika anda mengetahui, biasanya anda menggunakan rumput tersebut untuk apa? 5. Apa tanggapan anda jika kertas didaur ulang dengan kombinasi rumput teki?

Lampiran 2 

Alat dan Bahan 

Air Botol Mineral 

Kaca Papan Triplek 

Timbangan  

Gunting 

Digital

Kertas Bekas 

Spatula Sarung Tangan 

Tisu 


Blender 

Wadah Plastik 

Akuades 


NaOH Padat 

Mortar dan Alu Gelas Beker 


Stempel

Rumput Teki Jaring  

Sendok Gelas Ukur 

Lampiran 3 

PROSES PEMBUATAN

Lampiran 4 

LEMBAR UJI EFEKTIVITAS ZELGROP 

Petunjuk Pengisian :  

1. Melalui lembar uji kelayakan ini, responden dimohon untuk  memberikan tanggapan terhadap pernyataan yang tersedia dengan memberikan  tanda () pada kolom yang tercantum.  

2. Pernyataan penilaian yang diberikan oleh responden dalam setiap butir  soal akan diakumulasikan sebagai data kuantitatif dalam penelitian inovasi  bisnis ZELGROP ini.  

3. Setelah menjawab setiap butir soal, responden dimohon  menandatangani lembar uji kelayakan aplikasi sebagai bukti nyata telah  berpartisipasi dalam uji ini.  

4. Keterangan Penilaian :  

SS : Sangat Setuju  

S : Setuju  

R : Ragu-ragu  

TS : Tidak Setuju  

STS : Sangat Tidak Setuju  

Identitas Responden  

Nama :  

Usia :  

Jenis Kelamin : 

No 

Pernyataan 

Aspek Penilaian 

SS 

TS 

STS 

1. 

Kertas dapat digunakan dengan nyaman 






2. 

Kertas tidak mengandung bau yang  dapat merusak konsentrasi menulis






3. 

Kertas terlihat menarik






4. 

Kertas bersifat ramah lingkungan






5. 

Kertas cocok dengan standar SOP






6. 

Kertas tidak mempengaruhi tulisan






7. 

Kertas tidak mudah terbakar api






8. 

Metode SWOT terbukti berhasil  menghasilkan produk bermanfaat 






9. 

Metode SWOT meminimalisir cacat  pada kertas akibat kelalaian produsen







10. Kertas ZELGROP dengan metode  SWOT perlu di kembangkan








Kritik dan Saran:  

……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… 

Lampiran 5 

DOKUMENTASI KEGIATAN WAWANCARA

Lampiran 6 

DOKUMENTASI KEGIATAN UJI ORGANOLEPTIK DAN UJI EFEKTIVITAS  ZELGROP


0 comments:

Posting Komentar

Copyright @ 2018 LSP FKIP UNS Kampus VI Kebumen.