Lingkar Studi Pendidikan UKM Keilmiahan FKIP UNS

Sabtu, 08 Juli 2023

  • Juara 1 Lomba Esai Nasional SMARTWEEK 6.0

     NATIONAL ESAI COMPETITION 

                                                SMARTWEEK 6.0 

    (INVLATION): INOVASI CERDAS UNTUK DIAGNOSA  PENYAKIT ST-SEGMENT ELEVATION MYOCARDIAL  INFRACTION BERBASIS YOU ONLY LOOK ONCE (YOLO)  GUNA MENYONGSONG ERA SOCIETY 6.0 

    Disusun Oleh: 

    Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya 

    Richo (0919040040) 

                                                        TEKNIK OTOMASI 

    POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA 2022





    (INVLATION): INOVASI CERDAS UNTUK DIAGNOSA  PENYAKIT ST-SEGMENT ELEVATION MYOCARDIAL  INFRACTION BERBASIS YOU ONLY LOOK ONCE (YOLO)  GUNA MENYONGSONG ERA SOCIETY 6.0 

    Oleh: Richo 

    “Karena sejatinya teknologi merupakan icon penting dalam mengembangkan  potensi nyata untuk negeri” -Mark Zuckerberg 

    1. PENDAHULUAN 

    Berakhirnya Millenium Development Goals (MDSs) pada tahun 2015 masih  menyisakan sejumlah problematika, hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa  target yang belum tercapai salah satunya adalah kesejahteraan masyarakat.  Sehingga beberapa target yang belum tercapai tersebut harus diselesaikan pada  periode Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sustainable Development  Goals (SDGs) mempunyai 17 poin yang harus dicapai, namun bukanlah hal yang  mudah bagi bangsa Indonesia untuk mencapai semua poin tersebut, salah satunya  pada poin ketiga yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan. 

    Pidato Visi Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo,  salah satu lima tahapan besar yang dapat meningkatkan produktivitas, daya saing,  dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan dunia adalah pengembangan  Sumber Daya Manusia (SDM). Namun, calon penerus bangsa masih belum bisa  dalam menggapai harapan bangsa. Banyak masyarakat yang tidak bisa merasakan  kemerdekaannya hanya karena masalah kesehatan, salah satunya permasalahan  penyakit jantung (Khadafi, 2021). Penyakit jantung merupakan ancaman besar bagi  bangsa Indonesia untuk menyongsong SDGs 2030 mendatang. 

    Pesatnya perkembangan dunia dan kemajuan teknologi membuat dampak  yang cukup besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satu teknologi  yang membawa perubahan besar dalam memperbaiki kualitas hidup manusia adalah  teknologi otomatisasi dan robotika yang diaplikasikan pada bidang kesehatan dalam  menangani permasalahan kesehatan. Perjalanan menyambut era society 6.0 mulai  terlihat di ujung mata. Saat ini, bangsa Indonesia mulai terpacu untuk  mensukseskan rencana tersebut menuju Era Society 6.0, yakni sebuah era yang  mana semua teknologi dapat meminimalisir adanya kesenjangan antara manusia  dengan segala aspek kehidupan di masa depan dengan menitikberatkan  penyelesaian masalah yang lebih efisien (Handayani & Muliastrini, 2020).  Sayangnya, teknologi yang bersifat preventif masih belum mendapatkan perhatian  khusus. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kasus kematian di dunia akibat  serangan jantung. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada 

    tahun 2019, penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia  dengan total kematian yang mencapai 17,9 juta orang meninggal, atau sekitar 31%  dari seluruh kematian di dunia (World Health Organization, 2022). Sedangkan di  Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan  bahwa sebesar 1,5% atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia terindikasi serangan  jantung dengan total kematian mencapai 1.017.290 jiwa (Kemenkes, 2019). Salah  satu jenis penyakit jantung yang paling mematikan adalah ST-Segment Elevation  Myocardial Infarction (Hinestroza, 2018). 

    ST-Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan jenis  penyakit serangan jantung yang terjadi akibat adanya sumbatan plak aterisklerosis secara mendadak pada satu ataupun lebih arteri coroner yang dapat menghambat  aliran darah menuju otot jantung. Salah satu gejala yang paling sering dialami  adalah jantung berdebar (palpitasi) dimana sedikitnya 30% pasien yang mengeluh  berdebar terbukti mengalami STEMI (Novrianti et al., 2021). Gejala ini sering  diabaikan karena pemahaman masyarakat yang masih rendah, dokter ahli STEMI  yang masih terbatas, dan kurangnya teknologi yang efisien dalam menangani gejala  STEMI (Adlina, 2020). Sistematika irama jantung sejatinya dapat dipantau dengan  mengetahui pola jaringan rekonstruksi syaraf (Neural Reconstruction) melalui  kepekaan jaringan oleh You Only Look One (YOLO) yang dapat mendeteksi  gelombang irama jantung. Metode YOLO menerapkan koneksi dari syaraf tiruan  oleh sistem pada sebuah citra yang kemudian akan memilah citra berdasarkan  domain range pada masing-masing objek (Karlina & Indarti, 2019). Sayangnya,  teknologi yang ada tidak portable karena bentuk fisiologi yang cenderung besar,  kurang ergonomis ketika dibawa oleh pasien karena konstruksi alat yang terlalu  berat, dan umumnya hanya terdapat pada rumah sakit dengan skala besar. Tentunya  hal tersebut yang menjadi faktor penghambat bagi masyarakat untuk memeriksa  kesehatan jantungnya jika tak mengalami gejala yang signifikan. 

    Tak bisa dipungkiri, apabila penyakit STEMI dibiarkan terus menerus dan  tidak segera dilakukan tindakan lanjut, maka kasus kematian akibat serangan  jantung di Indonesia akan terus melonjak dan menjadi permasalahan besar menuju  Indonesia SDGs 2030 dan era society 6.0 mendatang. Menanggapi permasalahan  tersebut, maka kami menggagas sebuah inovasi INVLATION yakni alat pacu  jantung berbasis You Only Look One (YOLO) dilengkapi dengan sensor dan  aktuator yang keandalan sistem kerjanya telah penulis uji (Lampiran 1), diciptakan  inovasi ini ditujukan sebagai bentuk penanganan dini penyakit jantung akibat  STEMI. Lalu bagaimana dengan sistem pengawasan pasien penderita STEMI?  Smartphone yang Anda pegang merupakan solusi dari itu semua, Penulis telah  memprogram sistem alat yang telah terintegrasi antara software Arduino IDE  dengan software python application dan akan mentransfer data read pada 

    application system sebagai langkah pemantauan dan pertolongan pertama pada  pasien ketika mengalami sesak mendadak yang dapat dipantau secara real time

    2. ISI 

    2.1 Urgensi INVLATION Sekarang dan Masa Mendatang Sudah tak asing lagi, kesehatan saat ini telah menjadi aset utama sebagai pusat  perhatian terhadap indikasi kesuksesan suatu negara menuju masa gemilangnya,  Dengan hal tersebut, sudah seharusnya teknologi selaras seperti INVLATION  mulai dikembangkan dalam mengatasi penyakit kesehatan jantung seperti STEMI  (ST-Segment Elevation Myocardial Infarction). Tak hanya itu, Indonesia saat ini  telah memasuki masa transisi pasca pandemi dengan optimalisasi bidang kesehatan,  pariwisata, pendidikan dan lainnya yang sepenuhnya telah dilaksanakan secara  offline. Lantas apabila seseorang tak mendapatkan pengawasan terkait indikasi  kesehatannya, maka dapat memicu buruknya kinerja seseorang. 

    2.2 Mekanisme Kinerja INVLATION 

    Gambar 1. Sistem Anatomi Jantung Dalam (Adlina, 2020) 

    Sejatinya segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh manusia akan  berpengaruh pada kondisi debaran jantung yang bekerja secara berkala. Range detak jantung maksimal dapat ditentukan berdasarkan rumus Kolmogorov-Smirnov  yang didasarkan pada nilai D sebagai berikut: 

    Dmax = maksimum (F0(X) – Sn (X)) 

    Dimana, nilai F0(X) merupakan konstansitas detak jantung sebesar 120,  sedangkan Sn (X) merupakan konstruksi usia pasien yang akan diuji (Sukania,  2015). Pada tahapan parameter perhitungan, Penulis menggunakan parameter BPM  (detak jantung) dan SpO2 (saturasi oksigen) untuk membandingkan nilai output antara pembacaan pengukuran sensor MAX30100 dengan sinyal NN (Neural  Network). Berdasarkan ilmu Live science and Biology, kondisi detak jantung  normal manusia berusia diatas 18 tahun umumnya antara 60 BPM (beats per  minute) sampai 100 BPM sedangkan anak-anak berusia 6-15 tahun detak jantung  normal rileks berkisar 70 BPM sampai 100 BPM. Namun, saat detak jantung 

    dibawah 60 BPM (beats per minute) berarti detak jantung tersebut dikatakan tidak  stabil dan kemungkinan memiliki masalah kesehatan.  

    Saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah dikatakan normal apabila  berada pada rentan 90 % hingga 100 %, sedangkan saturasi oksigen pada rentang  dibawah 90 % berarti kadar oksigen dalam darah tidak tersalurkan secara sempurna.  Pada pengukurannya, sinyal PPG menggunakan dua panjang gelombang yang  berbeda. Sinyal tersebut dapat terbentuk karena perubahan dari sinyal DC yang  dihasilkan dari pendeteksi cahaya. 

    Lalu Bagaimana dengan mekanisme kerja INVLATION? Mekanisme kerja  dari INVLATION yaitu rangkaian electrocardiogram akan menangkap pola sinyal  sebagai data masukan ke sistem rangkaian otomatisasi, kemudian pola sinyal akan  diteruskan melalui Low Pass Filter untuk menyamarkan serta menyaring pola  sinyal detak jantung yang bersifat kasar dan akan diterjemahkan oleh sistem  parching data untuk menentukan range pola terjal dari sinyal detak jantung. Setelah  itu, sensor infrared dan photodiode akan mendeteksi pola dan perubahan cahaya  yang diserap dalam darah sebagai penetuan nilai saturasi oksigen (SpO2) tanpa  harus melukai jaringan kulit manusia. Parameter data tersebut akan diterjemahkan  melalui sistem integrasi dengan respon berupa elektroda kejut sebesar 5VDC ketika  dideteksi seseorang mengalami detak jantung berdebar tak beraturan ataupun  saturasi oksigen yang tidak normal.  

    Sinyal convert yang dibaca oleh sistem akan diteruskan pada sistem aplikasi  dengan integrasi graphical user interface (GUI). Yang selanjutnya sinyal keluaran  akan dikirim ke sistem android melalui Bluetooth. Hal tersebut ditujukan untuk  monitoring sebagai bentuk pertolongan pertama apabila pasien mengalami sesak  napas mendadak serta rekonstruksi detak jantung yang tidak normal. Tak hanya itu,  fitur desain aplikasi yang dibuat oleh Penulis telah dilengkapi dengan fitur Update  kasus seputar kesehatan yang memudahkan seseorang untuk mengetahui informasi  seputar kesehatan jantung, adanya fitur Artikel yang dirancang guna  menghilangkan rasa jenuh pasien, serta dilengkapi dengan fitur pembelian obat  secara online sebagai upaya pembatasan keluar rumah. Dengan adanya fitur  canggih tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas seseorang dalam  melakukan aktivitasnya. 

    3. PENUTUP 

    ST-Segment Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan jenis  penyakit serangan jantung yang terjadi akibat adanya sumbatan plak aterisklerosis secara mendadak pada satu atau lebih arteri coroner serta dapat menghambat aliran  darah menuju otot jantung. Oleh karena itu, Penulis menggagas sebuah teknologi  cerdas bernama INVLATION dengan rekonstruksi sistem alat yang dapat bekerja  secara real time sebagai bentuk penanganan normalisasi detak jantung penderita 

    STEMI di Indonesia. Prototype yang dikembangkan penulis hanya dapat mengukur  nilai SpO2 (saturasi oksigen) dan BPM (detak jantung) dengan metode You Look  Only Once (YOLO) yang diintegrasikan pada graphical user interface (GUI).  Bayangkan apabila parameter diperlengkap, sistem yang dapat mendeteksi  kelelahan akibat aktivitas yang berlebih, sistem yang terintegrasi dengan  pengawasan dokter secara real time melalui rekam jejak kesehatan pasien, hingga  sistem alat yang dapat menyediakan oksigen sebagai pertolongan pertama saat  seseorang mengalami sesak napas mendadak. Dengan adanya penyempurnaan  tersebut, akan membuat sistem semakin sempurna bukan?.  

    Sebagai generasi millennial, penulis membantu upaya Pemerintah dalam  meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mengoptimalkan perkembangan  teknologi menuju era Society 6.0 guna menyongsong masa emas Indonesia  mendatang. Dengan begitu mimpi Pemerintah dan masyarakat dalam memutus  rantai kematian akibat penyakit jantung di Indonesia akan semakin nyata,  terciptanya teknologi digital melalui metode You Look Only Once (YOLO),  meningkatkan kualitas kinerja seseorang dalam melakukan aktivitasnya, serta  mewujudkan Indonesia yang maju dan sehat. Sebagai penutup, penulis  menyampaikan pesan dari Christian Evan bahwa “Kesehatan bukanlah pilihan,  melainkan keharusan untuk diperjuangkan”. Menjaga kepedulian diri,  INVLATION hadir sebagai optimalisasi teknologi terkini serta bentuk dedikasi  untuk negeri.

    DAFTAR PUSTAKA 

    Adlina, A. (2020). LITERATUR MENGENAI PENGGUNAAN TROMBOLITIK  PADA ST – ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION (STEMI).  Journal of Chemical Information and Modeling, 21(1), 1–9. 

    Handayani, N. N. L., & Muliastrini, N. K. E. (2020). Pembelajaran Era Disruptif  Menuju Era Society 5.0 (Telaah Perspektif Pendidikan Dasar) Ni.  International Seminar Proceeding, 3(2252), 58–66. 

    Hinestroza, D. (2018). KARAKTERISTIK PASIEN ST-ELEVATION  MYOCARDIAL INFARCTION (STEMI) DI CVCU RSUP DR. WAHIDIN  SUDIROHUSODO PERIODE JANUARI SAMPAI JUNI 2017. 7, 1–25. 

    Karlina, O. E., & Indarti, D. (2019). Pengenalan Objek Makanan Cepat Saji Pada  Video Dan Real Time Webcam Menggunakan Metode You Look Only Once  (Yolo). Jurnal Ilmiah Informatika Komputer, 24(3), 199–208.  https://doi.org/10.35760/ik.2019.v24i3.2362 

    Kemenkes. (2019). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kementerian  Kesehatan RI, 1(1), 1.  https://www.kemkes.go.id/article/view/19093000001/penyakit-jantung penyebab-kematian-terbanyak-ke-2-di-indonesia.html 

    Khadafi. (2021). SWITCHEART (SMARTWATCH INTEGRATED  DEFIBRILLATOR ELECTROCARDIOGRAM): INOVASI ALAT PACU  JANTUNG BERBASIS JAM PORTABEL TERINTEGRASI ANDROID. 9. 

    Novrianti, I., . H., & F, M. (2021). Terapi Fibrinolitik Pada Pasien St-Segment  Elevation Myocardial Infarction (Stemi) : Review Artikel. Jurnal Farmasi  Udayana, 10(1), 55. https://doi.org/10.24843/jfu.2021.v10.i01.p07 

    Sukania, W. (2015). ANALISIS BEBAN KERJA TENAGA BANGUNAN  DALAM PEMBANGUNANRUMAH TIPE “X” DI PERUMAHAN ALAM  SUTRA TANGERANG. Proceeding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin XIV (SNTTM XIV), Snttm Xiv, TI-8. 

    World Health Organization. (2022). Monitoring health for the SDGs.  https://www.who.int/data/gho/data/themes/world-health-statistics

    Lampiran 1. Dokumentasi Pendukung 

    A. Pengujian Detak Jantung (BPM) 

    Pada tahap ini penulis mengambil sample BPM menggunakan perbandingan  antara sensor MAX30100 dengan output pembacaan sinyal YOLO untuk  mengetahui persentase error. Persentase error dapat dicari sebagai berikut; Persentase Error % = |Hasil sebenarnya−Hasil Sensor 

    Hasil Sebenarnya | x 100% 

    Percoba 

    an ke 

    Pengukuran  

    dengan Sensor  

    MAX30100  

    (BPM)

    Pengukuran  dengan  

    Sinyal  

    YOLO

    Kategori

    Persen 

    tase  

    Error  

    (%)

    76,34 

    76 

    Normal 

    0,44

    75,79 

    75 

    Normal 

    1,04

    74 

    74 

    Normal 

    0,00

    106,2 

    108 

    Napas Ringan  Hingga Sedang 

    1,69

    102 

    104 

    Napas Ringan  Hingga Sedang 

    1,96

    79,4 

    78 

    Normal 

    1,76



    Berdasarkan data yang telah diperoleh, nilai rata-rata pengukuran denyut  jantung (BPM) menggunakan sensor MAX30100 dengan dan sinyal YOLO sebesar 1,15%. 

    Gambar Pengujian dengan Sensor MAX30100 (Penulis, 2022)

    Gambar Tampilan Output (Penulis, 2022) 

    B. Pengujian Saturasi Oksigen (SpO2

    Pada tahap ini penulis mengambil sample SpO2 menggunakan perbandingan  antara sensor MAX30100 dengan output pembacaan sinyal YOLO untuk  mengetahui persentase error. Persentase error dapat dicari sebagai berikut; Persentase Error % = |Hasil sebenarnya−Hasil Sensor 

    Hasil Sebenarnya | x 100% 

    Percobaan  

    ke 

    Pengukuran  

    dengan Sensor  MAX30100  

    (BPM)

    Pengukuran  dengan  

    Sinyal  

    YOLO

    Kategori

    Persen 

    tase  

    Error  

    (%)

    96,67 

    96 

    Normal 

    0,69

    97,32 

    96 

    Normal 

    1,35

    89,1 

    89

    Napas Ringan  Hingga Sedang 

    0,11

    94,43 

    94 

    Normal 

    0,45

    98,02 

    99 

    Normal 

    0,99

    99,16 

    99 

    Normal 

    0,16



    Berdasarkan data yang telah diperoleh, nilai rata-rata pengukuran saturasi  oksigen menggunakan sensor MAX30100 dengan sinyal YOLO sebesar 0,63%.

    Gambar Pengujian dengan Sensor MAX30100 (Penulis, 2022)

    Gambar Tampilan Output (Penulis, 2022) 

    C. Pembacaan Nilai oleh Sinyal sistem YOLO 

    Gambar Tampilan Sinyal YOLO saat Pengukuran (Penulis, 2022)

    Gambar Tampilan Sinyal YOLO saat Pengukuran (Penulis, 2022) 

    D. Pengujian Elektroda Kejut System 

    Pada tahapan pengujian elektroda kejut dioptimalkan pada rentan 4,5 hingga  5VDC untuk kestabilan sistem  

    Gambar Uji Elektroda Kejut (Penulis, 2022) 

    E. Rata-rata akurasi Sensor 

    Rata-rata akurasi sensor dapat ditentukan sebagai berikut; 

    Akurasi = 100% - Persentase Error Sensor% 

    Perhitungan Akurasi pengujian sensor dapat ditentukan sebagai berikut; 1. Sensor MAX30100 pada pengujian detak jantung 

    Akurasi = 100% - Persentase Error Sensor% 

    = 100% - 1,15% = 98,85 % 

    2. Sensor MAX30100 pada pengujian saturasi oksigen 

    Akurasi = 100% - Persentase Error Sensor% 

    = 100% - 0,63% = 99,37 %

    F. Perencanaan Aplikasi Sistem 

    Gambar Desain Aplikasi INVLATION (Penulis, 2022) 

    Gambar Desain Aplikasi INVLATION (Penulis, 2022)

    G.Pemrograman Otomatisasi Sample Saturasi Oksigen dan BPM

    Gambar Program System (Penulis, 2022)

    H.Tampilan Teknologi yang Dikembangkan 

    Gambar Ketika Diimplementasikan (Penulis, 2022)




  • Jurnal Karya 2022 "Puisi" #28

     SESAL 

    Karya : Yulia Permata Sari 

    Alunan jam dinding berdetak dengan keras 

    Tetesan air mengkikis tanah 

    Darah hitam menganak sungai dipipi 

    Rasa sesak dalam dada turut menyertai 

    Ku akan mendekat dan mengetuk 

    Kau bisa menjawabku kapan saja kau mau 

    Aku seperti segenggam pasir 

    Rasanya seperti aku bisa memelukmu, tapi hanya untuk hayal semata 

    Tawa riang yang menyertai hidup 

    Berganti dengan rasa sesak menyeru 

    Tulus cinta yang kau beri 

    Hanya tuk menyapa lalu lenyap 

    Jika tidak, pada saat itu tersesat 

    Jika tidak, pada hari itu melewati perpisahan yang menyakitkan Jalan di mana ku ikuti dirimu di belakang 

    Dan bunga yang kau tinggalkan 

    Dengan waktu genting yang kita miliki 

    Ingin ku ukir memori dalam hati


  • Jurnal Karya 2022 "Cerpen" #27

                                                                             ACHILLES 

    Oleh: Agustina Puspa Mentari 

    Langkah kakinya yang terkesan cepat melewati loby sekolah dengan sepatu sneakers putihnya,  membuat siapapun yang dilalui gadis ini enggan menyapa. Meski sesekali gadis ini  melontarkan senyuman ramah kepada mata yang tertuju padanya, namun kesan sibuk dan  sedikit arrogant tidak ter- elakan. Tumpukan map, handy talk, hingga co card yang melingkar  di lehernya menjadikan gadis ini lebih independent sebagai wanita karir di masa depan. 

    Hari ini SMA Pelita Bangsa terlihat lebih riuh dari hari biasanya, karena tengah berlangsung  wisuda kelulusan anak kelas 12. Seluruh siswa SMA Pelita Bangsa berkumpul di Gedung  olahraga sekolah untuk menyaksikan upacara kelulusan siswa kelas 12. Satu per satu nama  siswa kelas 12 dipanggil menggunakan mic hingga suaranya memenuhi ruangan. Hingga tiba  saatnya, pembacaan nama siswa berprestasi mulai berlangsung 

    The best student of eleven grade in this year, awarded to Clara Setya Wibowo…”  (ucap kepala sekolah dengan lantangnya) 

    Riuh tepuk tangan kian bersahutan, bagaimana tidak, gadis yang bisa dibilang salah satu siswa  multitalenta di SMA Pelita Bangs aini mampu membisukan mulut setiap orang dengan  parasnya yang mempesona, segudang prestasi mulai dari olimpiade geografi hingga kompetisi  penelitian pernah ia torehkan. Dalam bidang non- akademik, Clara adalah atlet badminton  andalan sekolah dalam berbagai ajang kejuaraan mulai dari Pekan Olahraga Daerah (POPDA)  hingga Asian Games pernah ia ikuti. Skill nya makin sempurna tatkala ia menjabat sebagai  ketua osis di SMA 

    “Gak banyak yang bisa aku sampaikan, terucap terimakasih untuk Tuhan Yang Maha  Esa atas kelimpahan nikmat hingga saat ini. Guru-guru yang sudah berjasa dalam membimbing  Clara, orang tua hingga teman-teman Clara yang sudah mau mengingatkan Clara untuk  bersyukur dan rendah hati dalam kondisi apapun” 

    “Teruntuk kakak kelas, semoga memori tiga tahun di SMA Pelita Bangs aini, mampu  berdampak terhadap pembentukan karakter kakak semua dalam menghadapi dunia perkuliahan  nantinya. Sekian, terimakasih” 

    Acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada siswa berprestasi dalam bidang olahraga

    Antalogi “Aksara Cinta” ISBN 978-623-5664-08-8 

    “Tahun ini menjadi tahun emas bagi SMA kita, karena benih generasi emas mulai  terlihat dari anak-anak kelas 11. Alhamdulillah di tahun ini, SMA kita mampu mengirimkan  atlet seni bela diri pencak silat hingga tingkat nasional dan berhasil memenangkannya.  Dimohon kepada Ananda Dinda Wicaksono untuk naik ke panggung” (kepala sekolah  mempersilakan) 

    (dengan reaksi yang cepat, Clara menepuk bahu teman sebelahnya yang tak lain adalah  Dinda) 

    “Akhirnya si emprit naik podium juga cieelahh” (ucapnya sambal mencubit pipi Dinda) “ Sakit tau Clarrr” (mukanya sedikit kesakitan namun tertutupi oleh senyum bangga) 

    Acara wisuda kelulusan telah usai, semua wali peserta didik kelas 12 mulai meninggalkan  tempat. Clara yang sedari tadi sibuk melakukan komando kepada anggotanya untuk  melaksanakan tugas sesuai rencana, tiba-tiba dikagetkan dengan suara cowok 

    “Eh ke kantin yukk” (sembari menepuk Pundak Clara) 

    “Astaga kaget tau gak sih. Lu gak liat gue lagi sibuk hah?” (dengan raut muka sinis) “Sans dongg, abis ini ke kantin yak” (dengan nada memohon) 

    “Lu mending pergi aja deh, daripada gak guna disini” (lanjut Clara) 

    “Okayy deh kalau lu nyariin, gue ada di kantin yak” (berjalan dengan santainya) “Gak bakalan” (ucapnya Clara ketus) 

    Fatah Abdillah, begitulah nama cowok tadi. Anak konglomerat di SMA Pelita Bangs aini sudah  mengenal Clara sedari masih duduk di bangku SMP. Meski Fatah sudah pernah  mengungkapkan perasaannya kepada Clara, hamper tak satupun tindakan Clara yang  mencerminkan terbalasnya perasaan Fatah. Padahal bisa dibilang dengan sikap cool dan  bergelimang harta, menjadikan Fatah sebagai salah satu incaran cewek di sekolah. 

    “Secara keseluruhan acara wisuda tahun ini berjalan baik dan sesuai dengan rencana.  Terimakasih kepada rekan-rekan semua yang sudah bekerja keras demi terselenggaranya  wisuda untuk kakak kelas kita dengan lancer. Untuk agenda ke depan, kita mesti bersiap bazar  fair yang akan berkolaborasi dengan SMA Purna Widya. Sekian untuk hari ini, selamat  beristirahat kawan” (ucap Clara mengakhiri evaluasi kegiatan serta menutup pertemuan)

    Antalogi “Aksara Cinta” ISBN 978-623-5664-08-8 

    Keesokan harinya, dengan menginjak gas pada mobilnya Clara melaju menuju SMA Purna  Widya guna melakukan survey lapangan. Bersamaan dengan hari itu, SMA Purna Widya  tengah melaksanakan classmeeting. Sesampainya di depan gerbang sekolah, mobilnya  terpaksan berhenti dengan adanya konvoy motor gede. Terpaksa ia me-markirkan mobilnya di  luar Gedung sekolah. 

    “Permisi pak, perkenalkan saya Clara dari SMA Pelita Bangsa ingin melakukan survey  lapangan guna keperluan event bazar fair yang berkolaborasi dengan SMA ini” (ucapnya  manis) 

    “Ouh iyya silakan dek” (sembari menyeruput kopi) 

    “Terimakasih pak” (sambal menundukkan kepala, tanda terimakasih) 

    Clara melangkahkan kakinya mencari loby guna mendapatkan arahan dari pegawai sekolah.  Namun, baru beberapa langkah… (anggota konvoy motor gede tadi menghadangnya) 

    “Eh ada anak baru nih gaess” (sembari melepaskan helm) 

    “Manis juga nih cewek” (sahut rekan lainnya) 

    “Permisi, mau numpang lewat” (ucap Clara hati-hati) 

    “Eitss nanti dulu, lu mau apa kesini?” (ucap cowok tadi menerka) 

    “Gue mau survey lapangan buat kegiatan” 

    “Gak boleh” (sembari menyilangkan kedua tangannya) 

    “Apa-apaan, gue udah izin ke satpam dan dibolehin kok. Emang lu siapa?” (dengan  nada sedikit tinggi) 

    “Kenalin, gue Doni Rahendra. Ketua OSIS SMA Purna Widya tahun ini. Biar gue  tebak, pasti lu Clara dari SMA Pelita Bangsa kan?” (sedikit menyombongkan diri) 

    “Nah kebetulan kalau gitu, kita bisa langsung mulai sedikit membahas kegiatan ini”  (Clara menanggapi) 

    “Mau bahas apa? Proposal aja belom nyampe ke gue” (balasnya meragukan) 

    (Seketika Clara tersentak, karena kemarin ia menugaskan Fatah selaku kabid public relation  untuk mengantarkan proposal kegiatan ke SMA Purna Widya)

    Antalogi “Aksara Cinta” ISBN 978-623-5664-08-8 

    “Berarti proposal belum ada di SMA ini? Emang kemarin gak ada anak SMA Pelita  datang ke sini?” (dengan nada kepo) 

    “Kalau ada, gue gak mungkin tanya cantikk” (balas Doni sembari menggoda) “Okay kalau gitu, gue cabut dulu yah” (sembari mengambil kunci mobil dalam tasnya) 

    “Miskom nih ceritanya, gimana sih. Katanya SMA Pelita itu high class banget kalau  masalah kepanitiaan” (timpalnya meremehkan) 

    “Jaga ucapan lu yah, jangan sekali-kali bawa nama SMA Pelita Bangsa hanya karena  masalah kek gini” (dengan menunjukkan jari telunjuknya, memberikan peringatan) 

    “Loh, emang kenyataannya begitu kan?” (tanya Doni memastikan) 

    Tanpa berucap lagi, Clara pergi begitu saja meninggalkan kerumunan anak-anak konvoy MoGe  yang sudah me-markirkan armada mereka dengan rapih 

    (Suara nada dering telepon yang menandakan terhubung) 

    “Halo, Fatah proposal kegiatan bazar fair sekarang ada dimana?” (tanya Clara sedikit  menyimpan rasa cemas) 

    “Astaga Clarr, gue lupa naruhnya dimana. Keknya di kantin sekolah deh” (timpalnya  yang sedikit lebih tenang) 

    “Lu gimana si, gue malu tau sama anak-anak SMA Purna Widya. Gue abis-abisan  diketawain sama mereka, gara-gara proposal belum sampai” (ucapnya kesal) 

    “Lu bisa gak sii Fath, kerja bener sekali aja di kepanitiaan?” (lanjutnya heran) 

    Tanpa menunggu tanggapan dari Fatah, Clara mengakhiri pembicaraan telepon dan bergegas  pergi.


  • Copyright @ 2018 LSP FKIP UNS Kampus VI Kebumen.