Lingkar Studi Pendidikan UKM Keilmiahan FKIP UNS

Jumat, 16 Desember 2022

  • Aksara Bersuara #53

     Penulis: Nadia Aisah Fitri

    The Magic Of Singing For Children’s Intelligence 

    PENDAHULUAN

              Di Indonesia membandingkan prestasi atau pencapaian anak-anak dengan anak lain sudah menjadi tradisi di lingkungan masyarakat. Padahal kecerdasan seorang anak juga dapat dipengaruhi oleh faktor internal, seperti bawaan lahir dari anaknya. Banyak kasus kenakalan remaja yang terjadi karena orang tua sering menuntut dan membandingkan anaknya, sehingga anak melakukan perilaku-perilaku yang bertentangan dengan norma sebagai cara untuk menyenangkan diri. Menuntut anak untuk dapat melakukan sesuatu seperti anak lainnya adalah sebuah kesalahan jika terlalu memaksakan. Hal ini dikarenakan tingkat kecerdasan seorang anak berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kata kecerdasan sendiri memiliki pengertian kemampuan untuk menguasai kemampuan tertentu. Dalam artian, kecerdasan adalah kemampuan seseorang yang tidak dapat dipaksakan karena memiliki Batasan tertentu. 

            Sebenarnya, kecerdasan seseorang dapat dilatih dan ditingkatkan dengan berbagai cara, seperti belajar dengan menggunakan cara atau metode yang tepat, belajar melakukan bakat atau hobi dan lainnya. Kegiatan kecil seperti bernyanyi juga dapat mempengaruhi kecerdasan seseorang. Terdapat beberapa keajaiban dari kegiatan tersebut.

    INTI 

    Keajaiban bernyanyi untuk kecerdasan anak 

              Keajaiban bernyanyi masih jarang diketahui seseorang, hal ini karena biasanya menyanyi hanya untuk kesenangan atau mengisi waktu luang saja. Padahal jika dilihat dari ilmu psikologi ada beberapa keajaiban yang akan didapat dari bernyanyi.  

     Pertama, meningkatkan kecerdasan emosi. Musik dan lagu yang dinyayikan memberikan ketenangan dan mengenalkan macam-macam emosi sehingga dapat melatih kemampuan merespon, dan berempati seorang anak. 

     Kedua, menstimulasi perkembangan otak. Nada yang dimainkan saat bernyanyi meningkatkan kemampuan otak dalam hal konsentrasi, mengingat dan menyeimbangkan kemampuan otak kanan dan kiri sehingga perkembangan otak berlangsung secara optimal. Dalam arti bahwa bernyanyi dapat melatih kemampuan otak untuk keberlangsungan perkembangan otak yang seimbang. 

     Ketiga, meningkatkan kemampuan berbahasa. Rangkaian kata dalam sebuah lagu dapat memudahkan anak untuk menambah kosakata bahasa serta dapat menambah pemahaman bahasa yang belum pernah mereka ketahui di kehidupan sehari-hari. Kemampuan berbahasa yang anak dapatkan dapat disesuaikan dengan bahasa yang digunakan pada lagu tersebut, seperti Bahasa daerah, Bahasa asing, dan lain sebagainya. 

     Keempat, meningkatkan kemampuan motorik. Kemampuan yang cenderung pada kemampuan bergerak atau fisik. Alunan nada dan musik yang mereka nyanyikan atau dengarkan dapat membuat mereka merasa senang sehingga terkadang ada anak-anak yang bernyanyi sambal menari. Dengan demikian, secara tidak langsung bernyanyi dapat melatih kemampuan gerak anak.

    PENUTUP 

    Kesimpulan 

              Kecerdasan adalah kemampuan untuk melakukan kemampuan tertentu, yang dapat dilatih dan ditingkatkan dengan berbagai kegiatan. Bernyanyi merupakan salah satu contoh kegiatan yang tidak hanya untuk kesenangan atau mengisi waktu luang saja, tetapi juga memiliki beberapa keajaiban terhadap kecerdasan anak. Contohnya seperti, meningkatkan kecerdasan emosi, menstimulasi perkembangan otak, meningkatkan kemampuan berbahasa, serta meningkatkan kemampuan motorik. 

    Daftar pustaka 

    Mirna.2021. “Mengapa Anak Perlu Diajarkan Menyanyi?”. Diakses pada 27 Oktober 2021, dari https://www.google.com/amp/s/www.appletreebsd.com/mengapa-anak-perludiajarkan-menyanyi/amp

  • Aksara Bersuara #52

    Berpacu Untuk Masa Depan

    Oleh: Mumayizah

    Ujian nasional akan diadakan sekitar satu bulan lagi. Saat semua anak kelas 12 jadi ambisus, kemana-mana membawa buku, dimana mereka berada mereka selalu belajar. Dari belajar di sekolah, di tempat bimbel, di rumah. Tidak salah lagi, semua itu mereka lakukan karena ujian yang kali ini menentukan kelulusannya di SMA. Selain terfokus dengan ujian yang segera menghampiri, mereka juga dipusingkan dengan persiapan masuk perguruan tinggi, harus menentukan universitas yang akan dituju, program studi yang akan diambil. Hemm.. mungkin itulah yang dirasakan semua anak kelas 12.

    Ridho Efendi anak yang periang, penuh dengan aura positif. kata teman-temannya dia lumayan pintar dalam akademiknya, karena sifatnya yang rendah hati dan juga ramah kepada siapa saja Ridho banyak disukai guru. Dia juga aktif dalam organisasi, baik OSIS, Pramuka, dan organisasi dil uar sekolah. Ridho berasal dari keluarga sederhana, tapi keinginannya untuk sukses dan mengangkat derajat orang tuanya sangat kuat. Dia punya cita-cita yang sama dengan teman-temannya yang lain, walaupun dia tahu banyak rintangan yang akan dihadapinya.

    Di tengah persiapan menghadapi ujian nasionalnya, Ridho berpikir keras ke mana dia akan melanjutkan sekolahnya. Antara kuliah di kampus dengan penuh ketenangan atau masuk ke dunia militer yang penuh kedisiplinan. Akhir dari renungannya, Ridho menetapkan pilihannya untuk mendaftar Polisi. Awalnya dia ragu selain karena orang tuanya yang kurang mendung profesi tersebut Ridho juga bingung soal biaya yang akan ia gunakan dalam proses pendaftarannya nanti. Di tengah mempersiapkan ujian nasional yang semakin dekat, Ridho terus memantapkan diri dan selalu menyempatkan waktu untuk melatih fisiknya.

    “Prakk…..” Suara barang pecah datang dari kamar Ridho. Demi mencapai cita-citanya Ridho memecahkan celengan ayam yang sudah ia tabung sejak SMP untuk biaya pendaftarannya. Semua tes sudah di ikuti Ridho, dia bisa sampai pada tahap akhir dengan modal uang celengannya. Tinggal menunggu hasil pengumumannya. Ridho dan orang tuanya sangat berharap agar Ridho bisa lolos menjadi polisi. Tapi, sayangnya keinginan itu belum bisa didapatkan Ridho. 

    “Tidak apa-apa nak, ini belum rezeki kamu, pasti ada jalan yang lebih baik.” sambut hangat ibu kepada Ridho. Melihat ketulusan dan semangat Ridho untuk bisa melanjutkan sekolah, menggerakkan hati orang tua Ridho untuk bisa menyekolahkan Ridho di perguruan tinggi. “Jangan terlalu terpukul nak, mulai sekarang kamu belajar lagi yang rajin, kemana kamu mengambil keputusan bapak selalu mendukung kamu. Masalah biaya nanti dicari bersama”. Kata sederhana yang diucapkan bapak membuat tenang hati Ridho. Terlihat senyum tipis dibalik air mata yang terus mengalir. 

    Dengan semangat dan keteguhannya, akhirnya Ridho bisa masuk ke universitas ternama dengan program studi yang yang memiliki prospek kerja yang tinggi. Ekonomi dan bisnis program studi yang diambil Ridho saat itu. Ridho bisa berkuliah hingga S2 full dengan beasiswa yang ia dapat. Di tengah padatnya perkuliahan, Ridho bisa mendirikan usaha berjualan online yang saat ini bisa berkembang pesat. Di usia muda ini Ridho memiliki banyak cabang usaha, membangun rumah yang layak bagi kedua orang tuanya dan hidup bahagia dengan keluarga kecilnya.

  • Aksara Bersuara #51

    Guru Tombak Dalam Kualitas Pendidikan 

    Oleh : Mentari Ayuningtyas

    Setiap pendidikan tentunya harus memikirkan adanya kualitas baik yang akan diberikan. Dan adanya kualitas yang terdapat di pendidikan ini sudah sangat sering menjadi perbincangan bagi masyarakat Indonesia di era milenial seperti ini, Bukan saja menjadi perbincangan, bahkan kualitas pendidikan pun menjadi pertanyaan serta tuntutan bagi seluruh Indonesia. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya pendidikan merupakan tolak ukur berkualitasnya suatu negara atau tidak. Jika kualitas pendidikan di dalam suatu negara itu baik, maka kualitas negaranya sudah tentu baik juga, begitu pun sebaliknya. Namun, apakah sebenarnya yang dapat menjadi tolak ukur dari kualitas pendidikan di dalam suatu lembaga pendidikan itu sendiri? Apakah guru merupakan tombak bagi adanya kualitas pendidikan? 

    Pendidikan tentu memiliki tolak ukurnya sendiri dalam mencapai pendidikan yang berkualitas, yaitu bisa dari ukuran kualitas bahan baku dan ukuran hasil (output). Di mana dalam mengukur kualitas bahan baku ataupun faktor masukan menjadi jaminan adanya hasil yang sebanding, kemudian unsur masukan tadi paling tidak sudah dapat dijadikan sebagai indikator tentang upaya apa yang telah dilaksanakan, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri. Selain itu, untuk mengukur masukan dari luar ataupun faktor masukan dari manusia itu sendiri perlu juga diperhitungkan. Lalu apakah nanti manusia dapat di katakan sebagai subyek yang diproses juga akan memiliki kualitas yang tinggi? Jawabannya iya, alasannya karena semakin baik bahan baku yang dimasukkan untuk diproses, maka semakin baik pula hasilnya manakala diproses secara profesional. Lalu untuk Mengukur Hasil (output) dengan bahan baku yang berkualitas itu tentu terdapat pengelolaan yang baik pula sehingga diharapkan dapat tercapainya hasil yang maksimal pula. Selanjutnya dalam pengukuran output itu sendiri melalui ujian akhir nasional, karena ujian nasional ini menjadi salah satu cara dalam mengendalikan dan penjaminan mutu kualitas (quality control and assurance) yang ada di dalam suatu pendidikan.

    Guru merupakan tombak bagi terciptanya kualitas pendidikan yang baik karena walaupun unsur guru hanya sebagian dari komponen sistem pendidikan, tetapi ia merupakan tulang punggung jalannya roda pendidikan. Tanpa adanya campur tangan seorang guru maka pendidikan tidak bisa jalan dengan semestinya. Reformasi saat ini diarahkan dapat membentuk guru yang berkualitas, tapi bukan hanya berkualitas saja namun memiliki kreativitas dan inovatif. Sehingga dalam inilah konsep pendidikan dalam masyarakat yang mandiri dan berprestasi akan terbentuk. Jika semua guru berkualitas dan memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif, maka pendidikan akan berkualitas pula dan peserta didiknya pun akan memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif juga yang tentunya dengan dukungan berbagai unsur di dalam sistem pendidikan. Begitu pun sebaliknya jika berbagai unsur sistem pendidikan tersebut mendukung, akan tetapi gurunya kurang berkualitas maka tujuan pendidikan tidak akan tercapai. Oleh karena itu tanggung jawab seorang guru sangat besar dalam menentukan mutu pendidikan dalam suatu pendidikan. Adanya peningkatan kualitas pendidikan dianggap sangat krusial sejak dahulu sampai saat ini, sebab kualitas pendidikan dapat dilihat dari mutu tenaga pendidik, yang apabila jika guru tersebut kurang berkualitas maka tujuan pendidikannya pun tidak akan tercapai dengan baik sesuai apa yang diharapkan

  • Aksara Bersuara #50

    Generasi Muda Pemimpin Masa Depan

    Oleh: Melita Khusnul Amalia


    Di dalam suatu negara pasti memiliki seorang yang biasa kita kenal dengan seorang pemimpin, tidak hanya dalam suatu negara melainkan dalam ruang lingkup yang kecil seperti dalam kelompok ataupun organisasi pasti kita membutuhkan seorang pemimpin. Seorang pemimpin memegang peranan yang sangat penting dan tanggung jawab yang besar pada pundaknya. 

    Baik buruknya para pemuda saat ini akan mencerminkan bangsa kita ke depannya. Seharusnya para generasi muda berlatih menjadi pemimpin karena kita yang akan memimpin bangsa dan melanjutkan aset bangsa ke depannya. Jika pemuda saat ini peduli terhadap negara, maka negara akan sejahtera nantinya begitu pula sebaliknya. 

    Menjadi pemimpin bukan hanya mampu dan bangga karena dipercaya banyak orang, namun menjadi seorang pemimpin harus siap menerima segala bentuk keluh kesah, saran, dan kritik anggota. Seorang pemimpin sangat berpengaruh besar terhadap apa yang dipimpin dan pencapaian organisasinya. 

    Selain itu menjadi seorang pemimpin harus memiliki tanggung jawab lebih dalam hidupnya. Pemimpin harus rela berkorban untuk mengutamakan kepentingan kelompoknya dibandingkan kepentingan sendiri. Menjadi pemimpin harus memiliki sifat-sifat dan karakter menjadi pemimpin ideal. Pemimpin ideal adalah pemimpin yang dapat menyatukan perbedaan pendapat dari setiap anggota dan berani mengambil keputusan. 

    Adapun 10 (sepuluh) karakter seorang pemimpin ideal yang perlu dimilikinya di masa depan, yakni: 

    1. Jujur

    Seorang pemimpin menampilkan integritas dan ketulusan dalam semua tindakannya. 

    2. Kompeten 

    Seorang pemimpin memiliki keterampilan atau kemampuan melakukan suatu dengan baik sehingga dapat memberikan tingkat kinerja yang memadai. 

    3. Berani 

    Seorang pemimpin harus berani menghadapi risiko atau rintangan yang berat serta menampilkan ketenangan dan kepercayaan diri meski dalam kondisi genting. 

    4. Adil 

    Dengan memiliki sikap adil, pemimpin dituntut untuk tidak memihak kepada pihak tertentu serta bertindak objektif berdasarkan atas kebenaran yang umum. 

    5. Berwawasan luas 

    Pemimpin dituntut untuk memiliki wawasan luas sehingga dalam mengambil keputusan akan tepat. 

    6. Konsisten 

    Pemimpin perlu tegas dalam bersikap, teguh dalam mempertahankan prinsip, dan konsisten terhadap perbuatan dan perkataannya. Selain itu, seorang pemimpin juga konsisten dalam menjalankan kebijakan yang telah diputuskan. 

    7. Cerdas 

    Pemimpin dituntut cerdas dengan arti tahu batas-batasan yang menjadi kemampuan dan pengetahuannya, serta tahu kapan harus memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memberikan gagasan, alternatif atau terobosan baru yang lebih baik. 

    8. Menginspirasi 

    Pemimpin yang baik akan memberikan motivasi pada anggota organisasinya agar berani bermimpi lebih tinggi, dan berusaha lebih keras. 

    9. Imajinative 

    Imajinative diperlukan oleh seorang pemimpin karena dapat membuat organisasi yang dipimpinnya survive dalam menghadapi tantangan dalam bentuk perubahan lingkungan. Imajinasi adalah kunci untuk melakukan inovasi dan adaptasi. 

    10. Memiliki visi yang jauh ke depan 

    Pemimpin yang ideal memiliki visi yang akan digunakan dalam melakukan perubahan yang terjadi beberapa tahun ke depan sekaligus mampu mengantisipasi ke mana perubahan akan bergerak.

  • Aksara Bersuara #49

    Merdeka

    Oleh: Melani Damayanti

    Merdeka untuk diri sendiri, biarkan para musuh melawan 

    Mau maju atau malah mundur semua dimulai dari diri sendiri 

    Tidak mau berbagi kepada orang lain karena tidak ada hal untuk dibagi 

    Ingin merdeka dari semua hal Kebebasan untuk tubuh sendiri

                                       Masa depan untuk merdeka adalah misteri 

                                       Tapi bagaimanapun harus tetap berjuang 

                                       Yang paling mengenal diri kita adalah kita sendiri 

                                       Mulailah berusaha agar ekspetasi mu terwujud

    Siapa tau besok hati mu tak secerah sekarang 

    Siapa tau masalah mu akan semakin besar 

    Lakukanlah agar dirimu cepat merdeka padahal sebentar lagi tahun baru 

    Ayo ubah diri mu menjadi merdeka 

                                       Merdeka dari rasa khawatir, dari rasa sakit, rasa lemah , dan rasa kecewa. 

                                       Orang bicara memang mudah didengar tapi pikiran, hati dan rasa susah menerima

                                       Persoalan memang tak semudah membalikkan telapak tangan 

                                       Tetapi disuatu moment tubuh kita bergerak maju

    Saat lelah jangan lupa untuk istirahat 

    Komunikasilah dengan diri mu 

    Buat dirimu nyaman, jangan terlalu terluka 

    Untuk cepat-cepat merdeka 

    Milikilah rasa intim dengan diri mu 

                                       Tubuh, pikiran, rasa harus saling terjaga 

                                       Semua demi satu tujuan kehidupan 

                                       Agar sampai dengan selamat sampai tujuan 

                                       Dengan begitu tubuh bisa memiliki kekuatan dan memiliki andalan

  • Aksara Bersuara #48

     GENERASI HILANG DITELAN PANDEMI, SALAH SIAPA? 

    Oleh: Kharisma Anggun 

    Kita tahu bahwa kebijakan pemerintah utamanya di bidang pendidikan menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Banyak orang khawatir mengenai malapetaka dunia pendidikan saat ini, yaitu hilangnya generasi Z ditelan pandemi COVID-19. Dimaksudkan di sini adalah hilangnya mutu, nilai, dan kualitas ‘generasi emas Indonesia’ .Generasi yang nantinya akan memimpin Indonesia 30 tahun ke depan saat HUT kemerdekaan RI ke-100, tentunya perlu kebijakan pemerintah yang tepat untuk mengatasi masalah ini. 

    Kebijakan pemerintah yang membatasi proses belajar mengajar berdampak pada banyak pihak. Orang tua menyayangkan proses pembelajaran saat ini yaitu ketika mall dibuka namun sekolah di tutup, keterbatasan perangkat dan akses internet, serta masih adanya orang tua yang tidak melek akan teknologi, semakin menambah bingung bagaimana lagi cara agar dapat mengajari anaknya, belum lagi guru hanya memberi tugas tanpa adanya penjelasan apa pun. Anak juga menjadi cepat lelah. Hal itu membuat stress sehingga pembelajaran tidak efektif dan tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa tidak tercapai. 

    Pemerintah dalam upaya mengurangi kesulitan orang tua dalam menanggung beban biaya internet, memberikan kuota internet gratis yang dapat digunakan pada saat pembelajaran. Namun pada kenyataannya, kuota internet ini diberikan akses yang sangat terbatas, hanya dapat digunakan pada platform pendidikan, yang mana itu hanya untuk mengakses kelas, youtube, dan google. Bahkan ada beberapa provider tidak bisa untuk mengakses youtube, google, dan sumber pembelajaran lain. 

    Langkah yang diambil pemerintah melalui Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan vaksinasi massal berdampak positif menurunkan angka COVID-19, ini juga sebagai langkah awal usaha melakukan Pertemuan Tatap Muka (PTM) di sekolah dan universitas. Harapannya sekolah dan universitas akan dibuka dengan pembatasan kapatitas tertentu dan prokes yang terstandarisasi untuk selanjutnya ditambah lagi kapasitasnya secara bertahap. 

    Di lain sisi, siswa terlanjur nyaman dengan belajar di rumah dan malas bertemu banyak orang bahkan takut dengan dunia luar. PTM yang dilakukan secara mendadak menimbulkan culture schock sehingga menjadi beban ketika melakukan PTM. Sosialisasi tentang PTM sangat perlu dilakukan agar dari siswa sendiri ada persiapan khusus, sehingga tidak akan timbul masalah lain. 

    Langkah apa saja yang perlu diperhatikan pemerintah dalam menyelenggarakan dan mempersiapkan Pertemuan Tatap Muka (PTM) agar berjalan dengan kondusif? Berikut beberapa solusi alternatif menurut saya: 

    1. Diadakannya sosialisasi sejak jauh hari sebelumnya. Karena ada pembatasan, bisa dilakukan melalui forum internet, televisi, sms, maupun surat edaran masing-masing sekolah. 
    2. Bantuan konsultan pendidikan gratis, utamanya untuk anak SD dan SMP agar membangun kembali mental sebagai pelajar yang utuh. 
    3. Menambah jumlah vaksin utamanya untuk anak di bawah 18 tahun agar penyebaran virus dapat ditekan sehingga tidak menambah klaster baru. 
    4. Meminta orang tua dan guru bekerja sama agar anak bisa beradaptasi dengan baik. 
    5. Pengadaan fasilitas kesehatan di sekolah, karena ketersediaan UKS di beberapa sekolah masih sangat terbatas. 
    6. Pengadaan alat protokol kesehatan (masker, hand sanitizer, dan tempat cuci tangan).
    Seperti yang telah disebutkan diatas, kerja sama yang baik antara pemerintah (dinas pendidikan), pihak sekolah, orang tua, dan media agar berperan aktif, dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia Emas yang tangguh, cerdas, dan berbudi luhur. Kita tidak dapat menyalahkan salah satu pihak ketika tujuan tidak tercapai atau menimbulkan masalah baru, karena itu perlunya koordinasi yang baik antar semua pihak. 

    Tentu penulis berharap generasi muda saat ini harus adaptif dengan segala kemungkinan yang akan terjadi masa kini atau di masa depan. Kita tahu bahwa semakin banyak lagi rintangan dan perkembangan di kemudian hari sehingga harus bisa beradaptasi dengan baik. Karenanya, diperlukan usaha, ketekunan generasi muda, pendampingan orang tua, dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang proaktif dalam menangani berbagai masalah saat ini untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi kedepannya. 

    Nama Penulis : Kharisma Anggun  

    PUSTAKA 

    Ibnu Munsir. 2021. Uji Coba PTM Makassar, DPRD Minta Guru Fokus ke Siswa Malas Sekolah. https://news.detik.com/berita/d-5752411/uji-coba-ptm-makassardprd-minta-guru-fokus-ke-siswa-malas-sekolah. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2021 pukul 03.07 WIB. 

    Nadiem Makarim. Nadiem, Kalau Bodo Satu Generasi Gimana Bro- Deddy Corbuzier Podcast. 2020. https://www.youtube.com/watch?v=y_UFFb8V2I0. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2021 pukul 04.13 WIB

  • Aksara Bersuara #47

     Grow Up Together 

    Oleh: Ismi Fiandari

           Kata orang punya gebetan itu mengganggu, mengganggu pikiran karena otak selalu ingin memikirkan tentang dia. Kata orang punya gebetan itu penghalang, penghalang untuk kita terus maju menggapai mimpi-mimpi yang besar di luar sana. Tapi menurutku gebetan itu bisa dijadikan motivasi paling besar jika kita memilih orang yang tepat untuk dijadikan gebetan. Ya, setidaknya itu kesimpulanku setelah aku kenal dia. Sebelumnya, perkenalkan namaku Fia. Mahasiswi semester 1 yang masih menyesuaikan diri dengan lingkungan kuliah. 

                Di sini aku akan menceritakan kejadian yang mewarnai kehidupan kuliahku. Namanya Adi, dia mahasiswa semester 1 yang merupakan pindahan dari kelas lain masuk ke salah satu kelasku. Cerita klasik, kita kenalan basa basi ini itu dan akhirnya merasa nyaman karena dia orangnya asyik banget. Mungkin cuma aku yang merasakan, karena kelihatannya dia sudah terbiasa chit chat dengan orang baru seperti itu, jadi aku harus membatasi hatiku. Setelah berkenalan dia sedikit cerita tentang pencapaian dia selama ini. Ternyata di statusnya yang masih mahasiswa baru dia sudah menjadi asisten dari dua mata kuliah dan mengambil double degree yang salah satunya di universitas luar negeri. Di situ aku terkejut, merasa wah hebat banget sih dia sudah bisa mencapai itu semua di angkatan yang sama denganku, padahal aku sendiri belum menjadi apa-apa, belum bisa mencapai target-target dalam hidupku, huft jadi overthingking kan. 

                Keesokan harinya aku mulai penasaran sama dia, aku stalk IG nya dan yup dapat dong akunnya. Disitu aku tau kalau dia kuliah di salah satu universitas di China. Selesai stalk, otak dan hati ku perang antara follow atau engga ya, seperti itu terus sampai akhirnya hati yang menang. Deg-degannya kayak nungguin lolos ujian universitas, padahal cuma nungguin dia respon notif ku apa engga, astaga lebay banget deh. Di luar dugaan ternyata dia follback dong padahal belum sampai 5 menit nunggunya. Kalau kalian pernah ngerasain pasti tau gimana senengnya aku saat itu. Bener-bener diluar ekspektasi secara dia orang sibuk pasti kalau ada notif cuma diliat, jangan kepedean dulu deh, aku merapalkan kata-kata itu dalam hati. 

              Jangan kira setelah itu hubungan kita bakal lancar jaya, nyatanya stuck di tempat yang sama, tidak ada kemajuan sedikit pun. Dia hanya ada kabar 1 minggu sekali, gimana mau ada kemajuan. Tapi sekarang aku sudah tidak terlalu memikirkan itu, fokus ku sekarang adalah kuliah, cari prestasi, relasi, dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Di otak ku muncul ide, gimana kalo gebetanku itu aku jadikan motivasi untuk mendorong semangatku dan membuat semua mimpiku jadi nyata. Sedikit memanfaatkan kepintaran dan relasi yang dia miliki, tak apa kan. 

           Jadi, setelah ada zoom dengan dosen dan kakak tingkat terkait penugasan wajib mahasiswa semester 1 yang sifatnya berkelompok dan boleh dengan kelompok berbeda prodi dan fakultas, otak cerdasku ini langsung berfikir kenapa tidak aku manfaatkan kesempatan ini buat cari pengalaman dan relasi yang lebih banyak sekaligus agar bisa lebih dekat dengan dia. Tanpa pikir panjang aku langsung chat dia, aku tanya, “Eh kamu apa udah ada tugas ini (sambil aku jelasin sedikit tentang tugasnya)?” dia jawab, “Udah, malah udah mau selesai. Tapi kelompok ku masih kurang 1 anggota nih buat yang mengetik proposalnya, kalo temenmu mau tawarin ya siapa tau berkenan masuk tim ku”. Sebelumnya dia udah ngasih tau proposalnya ngangkat topik apa, anggotanya siapa aja, dan info lainnya. Setan dalam hatiku bicara, “Wih kesempatan emas nih, ngga usah ditawarin ke temenmu lah langsung sikat aja, besok kamu pasti nyesel kalo ngga jadi gabung tim dia”. Selang beberapa menit, aku mengajukan diri buat gabung tim dia disitu aku sudah bilang kalau masih awam banget sama dunia tulis-menulis kayak gitu, deg-degan banget nunggu respon dia. Tapi alhamdulillah respon nya positif, dia jawab, “Iya boleh, nanti aku diskusiin dulu ya sama tim ku, ngga bisa ambil keputusan sepihak. Nanti ku kabarin kalau semua anggota tim setuju”. 

               Dan disinilah aku, satu room zoom sama dia kakak tingkat dan temen dia yang pinter-pinter. Wah vibes-nya beda banget gila, tegang gitu rasanya apalagi buat aku yang belum paham sama materi yang diangkat. Tapi ini keren, menarik banget buat aku yang suka tantangan. Semoga aja bisa aku taklukin semuanya, materi proposal sekaligus dia. 

             Beberapa kali meet dan ngobrol sama dia aku jadi tau kalau pandangannya luas banget, tau banyak hal-hal yang bahkan aku abaikan selama ini, punya pemikiran kritis dan jadi tambah yakin kalau dia bisa jadi motivasi ku untuk terus maju mencapai target-target ku yang besar. Anggota tim yang lain juga tidak kalah keren. Disitu aku merasa kecil, disaat yang lain punya pengetahuan luas dan pikiran kritis aku hanya bisa diam karena belum berani speak up, merasa bodoh sendiri tapi aku mau berusaha buat jadi pribadi yang lebih berani buat speak up, menyuarakan pendapat dan belajar banyak hal baru bareng temen-temen satu tim. 

                Aku memberanikan diri mengajak dia diskusi tentang permasalahan sepele yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat sekitar. Pola pikirnya bener-bener buat aku terpesona, dia orangnya open-minded banget dan sangat peduli lingkungan. Aku selalu ajak dia diskusi tentang apapun setelah itu, karena jawaban cerdas dia aku merasa sedang diskusi dengan dosen. Dengan sering berdiskusi seperti ini kita bisa bertumbuh bersama, memberikan yang terbaik versi diri kita masing-masing. 

              Aku tidak tau kedepannya bakal seperti apa, proposal tim ku bakal lolos seleksi atau tidak, yang penting bagi aku itu prosesnya. Proses membuat proposalnya jauh lebih penting dari hasil yang akan kita peroleh. Aku dan tim berproses bersama, mencari ide dan solusi dari masalah yang kami angkat sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan baru. Aku juga tidak tau hubungan aku dan dia akan seperti apa ujungnya, hanya mengikuti arus yang mengalir dan menyerahkan semuanya ke tangan Allah Swt. 

             Pada intinya aku hanya ingin menegaskan bahwa menyukai seseorang dan menjadikan dia gebetan itu hal yang wajar dan tidak menimbulkan masalah serius asalkan tidak berlebihan dan kita memilih orang yang tepat agar bisa dijadikan suntikan semangat untuk menggapai semua target-target kita. Kita bisa mengejar mimpi sekaligus mempunyai seseorang untuk dijadikan partner kita berdiskusi.sepanjang hidup. Seperti kata pepatah sekali mendayung, 2 3 pulau terlampaui

  • Copyright @ 2018 LSP FKIP UNS Kampus VI Kebumen.