Lingkar Studi Pendidikan UKM Keilmiahan FKIP UNS

Jumat, 16 Desember 2022

  • Aksara Bersuara #49

    Merdeka

    Oleh: Melani Damayanti

    Merdeka untuk diri sendiri, biarkan para musuh melawan 

    Mau maju atau malah mundur semua dimulai dari diri sendiri 

    Tidak mau berbagi kepada orang lain karena tidak ada hal untuk dibagi 

    Ingin merdeka dari semua hal Kebebasan untuk tubuh sendiri

                                       Masa depan untuk merdeka adalah misteri 

                                       Tapi bagaimanapun harus tetap berjuang 

                                       Yang paling mengenal diri kita adalah kita sendiri 

                                       Mulailah berusaha agar ekspetasi mu terwujud

    Siapa tau besok hati mu tak secerah sekarang 

    Siapa tau masalah mu akan semakin besar 

    Lakukanlah agar dirimu cepat merdeka padahal sebentar lagi tahun baru 

    Ayo ubah diri mu menjadi merdeka 

                                       Merdeka dari rasa khawatir, dari rasa sakit, rasa lemah , dan rasa kecewa. 

                                       Orang bicara memang mudah didengar tapi pikiran, hati dan rasa susah menerima

                                       Persoalan memang tak semudah membalikkan telapak tangan 

                                       Tetapi disuatu moment tubuh kita bergerak maju

    Saat lelah jangan lupa untuk istirahat 

    Komunikasilah dengan diri mu 

    Buat dirimu nyaman, jangan terlalu terluka 

    Untuk cepat-cepat merdeka 

    Milikilah rasa intim dengan diri mu 

                                       Tubuh, pikiran, rasa harus saling terjaga 

                                       Semua demi satu tujuan kehidupan 

                                       Agar sampai dengan selamat sampai tujuan 

                                       Dengan begitu tubuh bisa memiliki kekuatan dan memiliki andalan

  • Aksara Bersuara #48

     GENERASI HILANG DITELAN PANDEMI, SALAH SIAPA? 

    Oleh: Kharisma Anggun 

    Kita tahu bahwa kebijakan pemerintah utamanya di bidang pendidikan menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Banyak orang khawatir mengenai malapetaka dunia pendidikan saat ini, yaitu hilangnya generasi Z ditelan pandemi COVID-19. Dimaksudkan di sini adalah hilangnya mutu, nilai, dan kualitas ‘generasi emas Indonesia’ .Generasi yang nantinya akan memimpin Indonesia 30 tahun ke depan saat HUT kemerdekaan RI ke-100, tentunya perlu kebijakan pemerintah yang tepat untuk mengatasi masalah ini. 

    Kebijakan pemerintah yang membatasi proses belajar mengajar berdampak pada banyak pihak. Orang tua menyayangkan proses pembelajaran saat ini yaitu ketika mall dibuka namun sekolah di tutup, keterbatasan perangkat dan akses internet, serta masih adanya orang tua yang tidak melek akan teknologi, semakin menambah bingung bagaimana lagi cara agar dapat mengajari anaknya, belum lagi guru hanya memberi tugas tanpa adanya penjelasan apa pun. Anak juga menjadi cepat lelah. Hal itu membuat stress sehingga pembelajaran tidak efektif dan tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa tidak tercapai. 

    Pemerintah dalam upaya mengurangi kesulitan orang tua dalam menanggung beban biaya internet, memberikan kuota internet gratis yang dapat digunakan pada saat pembelajaran. Namun pada kenyataannya, kuota internet ini diberikan akses yang sangat terbatas, hanya dapat digunakan pada platform pendidikan, yang mana itu hanya untuk mengakses kelas, youtube, dan google. Bahkan ada beberapa provider tidak bisa untuk mengakses youtube, google, dan sumber pembelajaran lain. 

    Langkah yang diambil pemerintah melalui Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan vaksinasi massal berdampak positif menurunkan angka COVID-19, ini juga sebagai langkah awal usaha melakukan Pertemuan Tatap Muka (PTM) di sekolah dan universitas. Harapannya sekolah dan universitas akan dibuka dengan pembatasan kapatitas tertentu dan prokes yang terstandarisasi untuk selanjutnya ditambah lagi kapasitasnya secara bertahap. 

    Di lain sisi, siswa terlanjur nyaman dengan belajar di rumah dan malas bertemu banyak orang bahkan takut dengan dunia luar. PTM yang dilakukan secara mendadak menimbulkan culture schock sehingga menjadi beban ketika melakukan PTM. Sosialisasi tentang PTM sangat perlu dilakukan agar dari siswa sendiri ada persiapan khusus, sehingga tidak akan timbul masalah lain. 

    Langkah apa saja yang perlu diperhatikan pemerintah dalam menyelenggarakan dan mempersiapkan Pertemuan Tatap Muka (PTM) agar berjalan dengan kondusif? Berikut beberapa solusi alternatif menurut saya: 

    1. Diadakannya sosialisasi sejak jauh hari sebelumnya. Karena ada pembatasan, bisa dilakukan melalui forum internet, televisi, sms, maupun surat edaran masing-masing sekolah. 
    2. Bantuan konsultan pendidikan gratis, utamanya untuk anak SD dan SMP agar membangun kembali mental sebagai pelajar yang utuh. 
    3. Menambah jumlah vaksin utamanya untuk anak di bawah 18 tahun agar penyebaran virus dapat ditekan sehingga tidak menambah klaster baru. 
    4. Meminta orang tua dan guru bekerja sama agar anak bisa beradaptasi dengan baik. 
    5. Pengadaan fasilitas kesehatan di sekolah, karena ketersediaan UKS di beberapa sekolah masih sangat terbatas. 
    6. Pengadaan alat protokol kesehatan (masker, hand sanitizer, dan tempat cuci tangan).
    Seperti yang telah disebutkan diatas, kerja sama yang baik antara pemerintah (dinas pendidikan), pihak sekolah, orang tua, dan media agar berperan aktif, dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia Emas yang tangguh, cerdas, dan berbudi luhur. Kita tidak dapat menyalahkan salah satu pihak ketika tujuan tidak tercapai atau menimbulkan masalah baru, karena itu perlunya koordinasi yang baik antar semua pihak. 

    Tentu penulis berharap generasi muda saat ini harus adaptif dengan segala kemungkinan yang akan terjadi masa kini atau di masa depan. Kita tahu bahwa semakin banyak lagi rintangan dan perkembangan di kemudian hari sehingga harus bisa beradaptasi dengan baik. Karenanya, diperlukan usaha, ketekunan generasi muda, pendampingan orang tua, dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang proaktif dalam menangani berbagai masalah saat ini untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi kedepannya. 

    Nama Penulis : Kharisma Anggun  

    PUSTAKA 

    Ibnu Munsir. 2021. Uji Coba PTM Makassar, DPRD Minta Guru Fokus ke Siswa Malas Sekolah. https://news.detik.com/berita/d-5752411/uji-coba-ptm-makassardprd-minta-guru-fokus-ke-siswa-malas-sekolah. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2021 pukul 03.07 WIB. 

    Nadiem Makarim. Nadiem, Kalau Bodo Satu Generasi Gimana Bro- Deddy Corbuzier Podcast. 2020. https://www.youtube.com/watch?v=y_UFFb8V2I0. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2021 pukul 04.13 WIB

  • Aksara Bersuara #47

     Grow Up Together 

    Oleh: Ismi Fiandari

           Kata orang punya gebetan itu mengganggu, mengganggu pikiran karena otak selalu ingin memikirkan tentang dia. Kata orang punya gebetan itu penghalang, penghalang untuk kita terus maju menggapai mimpi-mimpi yang besar di luar sana. Tapi menurutku gebetan itu bisa dijadikan motivasi paling besar jika kita memilih orang yang tepat untuk dijadikan gebetan. Ya, setidaknya itu kesimpulanku setelah aku kenal dia. Sebelumnya, perkenalkan namaku Fia. Mahasiswi semester 1 yang masih menyesuaikan diri dengan lingkungan kuliah. 

                Di sini aku akan menceritakan kejadian yang mewarnai kehidupan kuliahku. Namanya Adi, dia mahasiswa semester 1 yang merupakan pindahan dari kelas lain masuk ke salah satu kelasku. Cerita klasik, kita kenalan basa basi ini itu dan akhirnya merasa nyaman karena dia orangnya asyik banget. Mungkin cuma aku yang merasakan, karena kelihatannya dia sudah terbiasa chit chat dengan orang baru seperti itu, jadi aku harus membatasi hatiku. Setelah berkenalan dia sedikit cerita tentang pencapaian dia selama ini. Ternyata di statusnya yang masih mahasiswa baru dia sudah menjadi asisten dari dua mata kuliah dan mengambil double degree yang salah satunya di universitas luar negeri. Di situ aku terkejut, merasa wah hebat banget sih dia sudah bisa mencapai itu semua di angkatan yang sama denganku, padahal aku sendiri belum menjadi apa-apa, belum bisa mencapai target-target dalam hidupku, huft jadi overthingking kan. 

                Keesokan harinya aku mulai penasaran sama dia, aku stalk IG nya dan yup dapat dong akunnya. Disitu aku tau kalau dia kuliah di salah satu universitas di China. Selesai stalk, otak dan hati ku perang antara follow atau engga ya, seperti itu terus sampai akhirnya hati yang menang. Deg-degannya kayak nungguin lolos ujian universitas, padahal cuma nungguin dia respon notif ku apa engga, astaga lebay banget deh. Di luar dugaan ternyata dia follback dong padahal belum sampai 5 menit nunggunya. Kalau kalian pernah ngerasain pasti tau gimana senengnya aku saat itu. Bener-bener diluar ekspektasi secara dia orang sibuk pasti kalau ada notif cuma diliat, jangan kepedean dulu deh, aku merapalkan kata-kata itu dalam hati. 

              Jangan kira setelah itu hubungan kita bakal lancar jaya, nyatanya stuck di tempat yang sama, tidak ada kemajuan sedikit pun. Dia hanya ada kabar 1 minggu sekali, gimana mau ada kemajuan. Tapi sekarang aku sudah tidak terlalu memikirkan itu, fokus ku sekarang adalah kuliah, cari prestasi, relasi, dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Di otak ku muncul ide, gimana kalo gebetanku itu aku jadikan motivasi untuk mendorong semangatku dan membuat semua mimpiku jadi nyata. Sedikit memanfaatkan kepintaran dan relasi yang dia miliki, tak apa kan. 

           Jadi, setelah ada zoom dengan dosen dan kakak tingkat terkait penugasan wajib mahasiswa semester 1 yang sifatnya berkelompok dan boleh dengan kelompok berbeda prodi dan fakultas, otak cerdasku ini langsung berfikir kenapa tidak aku manfaatkan kesempatan ini buat cari pengalaman dan relasi yang lebih banyak sekaligus agar bisa lebih dekat dengan dia. Tanpa pikir panjang aku langsung chat dia, aku tanya, “Eh kamu apa udah ada tugas ini (sambil aku jelasin sedikit tentang tugasnya)?” dia jawab, “Udah, malah udah mau selesai. Tapi kelompok ku masih kurang 1 anggota nih buat yang mengetik proposalnya, kalo temenmu mau tawarin ya siapa tau berkenan masuk tim ku”. Sebelumnya dia udah ngasih tau proposalnya ngangkat topik apa, anggotanya siapa aja, dan info lainnya. Setan dalam hatiku bicara, “Wih kesempatan emas nih, ngga usah ditawarin ke temenmu lah langsung sikat aja, besok kamu pasti nyesel kalo ngga jadi gabung tim dia”. Selang beberapa menit, aku mengajukan diri buat gabung tim dia disitu aku sudah bilang kalau masih awam banget sama dunia tulis-menulis kayak gitu, deg-degan banget nunggu respon dia. Tapi alhamdulillah respon nya positif, dia jawab, “Iya boleh, nanti aku diskusiin dulu ya sama tim ku, ngga bisa ambil keputusan sepihak. Nanti ku kabarin kalau semua anggota tim setuju”. 

               Dan disinilah aku, satu room zoom sama dia kakak tingkat dan temen dia yang pinter-pinter. Wah vibes-nya beda banget gila, tegang gitu rasanya apalagi buat aku yang belum paham sama materi yang diangkat. Tapi ini keren, menarik banget buat aku yang suka tantangan. Semoga aja bisa aku taklukin semuanya, materi proposal sekaligus dia. 

             Beberapa kali meet dan ngobrol sama dia aku jadi tau kalau pandangannya luas banget, tau banyak hal-hal yang bahkan aku abaikan selama ini, punya pemikiran kritis dan jadi tambah yakin kalau dia bisa jadi motivasi ku untuk terus maju mencapai target-target ku yang besar. Anggota tim yang lain juga tidak kalah keren. Disitu aku merasa kecil, disaat yang lain punya pengetahuan luas dan pikiran kritis aku hanya bisa diam karena belum berani speak up, merasa bodoh sendiri tapi aku mau berusaha buat jadi pribadi yang lebih berani buat speak up, menyuarakan pendapat dan belajar banyak hal baru bareng temen-temen satu tim. 

                Aku memberanikan diri mengajak dia diskusi tentang permasalahan sepele yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat sekitar. Pola pikirnya bener-bener buat aku terpesona, dia orangnya open-minded banget dan sangat peduli lingkungan. Aku selalu ajak dia diskusi tentang apapun setelah itu, karena jawaban cerdas dia aku merasa sedang diskusi dengan dosen. Dengan sering berdiskusi seperti ini kita bisa bertumbuh bersama, memberikan yang terbaik versi diri kita masing-masing. 

              Aku tidak tau kedepannya bakal seperti apa, proposal tim ku bakal lolos seleksi atau tidak, yang penting bagi aku itu prosesnya. Proses membuat proposalnya jauh lebih penting dari hasil yang akan kita peroleh. Aku dan tim berproses bersama, mencari ide dan solusi dari masalah yang kami angkat sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan baru. Aku juga tidak tau hubungan aku dan dia akan seperti apa ujungnya, hanya mengikuti arus yang mengalir dan menyerahkan semuanya ke tangan Allah Swt. 

             Pada intinya aku hanya ingin menegaskan bahwa menyukai seseorang dan menjadikan dia gebetan itu hal yang wajar dan tidak menimbulkan masalah serius asalkan tidak berlebihan dan kita memilih orang yang tepat agar bisa dijadikan suntikan semangat untuk menggapai semua target-target kita. Kita bisa mengejar mimpi sekaligus mempunyai seseorang untuk dijadikan partner kita berdiskusi.sepanjang hidup. Seperti kata pepatah sekali mendayung, 2 3 pulau terlampaui

  • Aksara Bersuara #46

    Kembalilah 

    Karya: Desky Arma Sagita 

    Cerah dindingmu, tak secerah kehidupan tuanmu 

    Teduhnya atapmu, tak mampu menenangkan hati empumu 

    Rumah…….Rumah…… 

    Rumah yang kau anggap tempat untuk berkeluh kesah 

    Hanya membuatku gelisah 

    Gundah gulana melanda, perasaan gusar yang tak kunjung reda 

    Secarik kertas yang kau tinggalkan di depan pintu

    Kubaca dengan mata sayu, kubaca dengan suara tersendu 

    Kau meninggalkan rumah 

    Dengan kedok butuhnya kebahagiaan untuk dirimu 

    Kau tak memikirkan perasaan putrimu 

    Hingga kau memulai langkah baru tanpa diriku 

    Dengan bodohnya aku masih percaya dengan perempuan itu 

    Yang menjadi sumber semangatku 

    Yang kuperjuangkan tanpa kau pedulikan 

    Rasa sayangku yang meruntuhkan seluruh egoku 

    Bahkan untuk membencimu pun aku tak mampu 

    Ibu…… 

    Kembalilah padaku, kembalikan seluruh canda tawaku 

    Tanpamu aku hanyalah butiran debu 

    Setiap hari kumemohon kepada Tuhanku 

    Agar kau lekas kembali menemui putrimu 

    Yang amat merindukan kasih sayangmu

  • Aksara Bersuara #45

     4 Hari yang Mengesankan 

    Assaniyah Alfani A. 

              Pada hari Sabtu yang cerah, aku dan keluargaku melakukan perjalanan ke kota kuningan yang terletak di Jawa Barat. Kami sengaja berangkat ke sana untuk silaturahmi dengan keluarga jauhku. 

        Kami melakukan perjalanan sekitar 8 jam. Awalnya kami merasa senang dan menikmati perjalanan hingga akhirnya di tengah perjalanan ada sebuah tragedi. Mobil yang kami tunggangi ditabrak oleh ibu-ibu yang mengendarai motor. Setelah kami telusuri ternyata ibu-ibu menunggangi motornya sambil melamun. Sehingga secara tidak sadar menabrak mobil kami. Kami sangat bersyukur karena ibu-ibu itu hanya mengalami cidera lecet pada tangannya. Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan ke kota kuningan. 

         Sepanjang perjalanan kami banyak sekali mengalami pemberhentian karena perbaikan jalan. Sehingga perjalanan kami agak tertunda untuk sampai ke tujuan. 

         Pada pukul 8 malam akhirnya kami sampai di kuningan. Sebelum ke tempat kerabatku, kami sempat istirahat sejenak di sebuah warung yang menjual bubur. Di sini saya heran kenapa ada yang jualan bubur di malam-malam begini, padahal kan biasanya bubur itu dijual sebagai menu sarapan. 

           Selesai menyantap bubur. Kemudian kami langsung menuju ke tujuan utama kami. Sesampainya di sana, kami segera beres-beres dan istirahat karena hari semakin larut. 

         Minggu pagi, kami menikmati suasana pagi yang segar dan kebetulan rumah omku berada di daerah pegunungan jadi udaranya sangat segar. kami menikmati suasana pagi dengan cara menikmati secangkir kopi hangat ditemani dengan serabi dan juga tempe kemul. Suguhan yang sangat pas untuk mengawali hari. 

           Karena kami ingin menjelajahi daerah tersebut kami berencana untuk pergi ke Balong Dalam dan berenang di alam. Nah Balong Dalam itu adalah tempat wisata yang berisi danau dan di dalamnya banyak terdapat ikan mas yang katanya ikan itu termasuk ikan sakral. Karena hanya bisa dipegang oleh juru kunci Balong Dalam saja. 

          Matahari mulai beranjak naik. Kami segera berangkat ke sebuah tempat wisata. Tapi ternyata keluargaku dengan saudaraku terjadi miskomunikasi. Aku sekeluarga mengharapkan tempat wisata yang menarik akan tetapi saudaraku ternyata sudah terlanjur memesankan tiket di sebuah wisata kolam renang yang menurut kami biasa saja. Dan ongkos masuknya pun lumayan mahal. Yah, walau kami tidak menginginkannya, kami tetap bersenang-senang disini walai ada secercah kekecewaan di hati kami. 

           Hari pun kembali berputar, Senin akhirnya datang kepada kami. Kami pamit pulang ke kampung halaman. Karena ini hari Senin, aku masih memiliki kewajiban untuk daring. Aku pun akhirnya melakukan daring di jalan dengan jaringan yang cukup mengesalkan. 

        Siang harinya kami baru setengah perjalanan menuju rumah tercinta. Di tengah perjalanan, tepatnya di daerah Wangon, Banyumas ada sebuah kecelakaan lalulintas yang melibatkan truk tronton dan sebuah sepeda motor. Dimana motor yang dikendarai oleh sepasang suami istri tertindas tronton gandeng. Sepapasang suami istri itu meninggal di tempat secara mengenaskan. Darah berceceran di jalanan. Orang-orang yang melihatnya langsung merasa mual dan bahkan banyak yang muntah-muntah di tempat. 

            Akibat kejadian itu, jalanan menjadi macet. banyak orang yang berbondong-bondong untuk melihat kejadian tersebut. 

           Banyak suara tangisan terdengar sana- sini dan banyak orang yang sibuk untuk mengambil video dan fotonya. Memang di tempat itu sudah terdapat polisi, tetapi mereka tidak mengatur jalan yang macet melainkan sibuk mengurus korbannya, dan ada juga yang sibuk membuat laporan mengenai kejadian tersebut. 

           Lepas dari kemacetan, akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan. pukul 8 malam akhirnya kami sampai rumah. Kemudian kami bebersih dan istirahat. 

           Karena kamar mandi kami dirumah terbatas hanya ada 2. Sehingga kami secara bergantian untuk mandi. Aku mandi setelah sepupuku selesai. Kemudian aku mandi dan tanteku menunggu sambil beberes barang-barang yang kami telah bawa. 

          Namun, disaat aku mandi aku mengalami kenjanggalan karena terdapat suara tangisan perempuan yang begitu jelas. Dan itu tidak hanya terjadi sekali saja namun berulang-ulang. Kemudian saat pertama aku mendengar suara tangisan perempuan itu aku memanggil tanteku untuk memastikan jika tanteku masih ada di dapur. Kemudian tak lama kemudian suara itu kembali terdekat. Aku sangat merasa takut dan panik. Kemudian badanku merasa lemas dan gemetar. Karena sebelumnya aku tidak pernah mendengar suara tangisan sekeras ini. 

                Aku segera menyelesaikan mandiku dan aku wudhu kemudian sholat isya. Karena aku masih gemetar dan merasa lemas. Akupun bercerita dengan sepupuku ternyata dia juga mengalami hal tersebut belakangan ini. 

             Dihari berikutnya tetanggaku yang bernama mba ica juga mendengar suara itu. Yang awalnya dia mengira bahwa suara tangisan itu adalah tetangganya yang sedang menangis. 

             Di Belakang rumahku memang terdapat sebuah makam desa. Yang belum lama ini memang ada seorang ibu masih muda meninggal karena mengalami penyakit komplikasi. Memang katanya, semenjak beliau itu di kubur terdapat banyak kejadian. Banyak orang yang mendengar tangisan perempuan dan Menemukan rambut panjang di makam

  • Aksara Bersuara #44

     Pertemuan Terindah 

    Oleh : Arina Kurnia Putri

    Mimpi adalah bagian dari kehidupan seseorang. Tanpa mimpi seseorang tak akan pernah tau arti perjuangan, tak kan pernah tau arti pengorbanan. Mimpi adalah sesuatu yang dimulai dari hayalan dan akan terwujud menjadi kenyataan. Namun mimpi bisa gagal jika tidak dinaungi dengan usaha dan tawakal. 

    Namaku Zara Zanuba Rahma. Biasanya dipanggil Zara. Umurku 16 tahun. Aku duduk di kelas 11 SMA. Aku merupakan anak dari seorang dosen ternama di salah satu universitas di Indonesia. Namanya Firas. Namun, statusku hanyalah anak angkat di keluarga Firas. Dulu, ia menemukanku saat masih bayi di hutan dimana ia sedang melakukan penelitian. Aku tak pernah menyangka bahwa ia akan menjadikanku anak angkat nya. Istrinya bernama Fatimah. Merupakan sosok yang lemah lembut, penyayang, cantik, berkulit putih yang merupakan wanita keturunan arab. Aku bersyukur kepada Allah karena telah mempertemukan ku dengan orang-orang sebaik mereka. Walaupun aku anak angkat, tetapi mereka tetap menganggap ku seperti anak kandung mereka sendiri. Namun, sampai saat ini, aku belum pernah melihat sedikit pun wajah orang tua kandungku. Mereka masih menjadi misteri besar dalam hidupku. Aku berharap aku bisa bertemu walau hanya dengan salah satu. Kerap sekali aku bertanya kepada ayah firas. Namun, ia tetap tidak tahu keberadaan satupun keluarga ku. 

    Dari kecil aku di didik oleh ayahku sendiri. Belajar banyak hal tentang alam, manusia dan kehidupan. Hal itu sangatlah menyenangkan. Selain belajar ilmu alamiah aku juga belajar ilmu agama di pondok pesantren dekat rumahku. Sekarang, umurku 16 tahun aku sekolah di SMAN tervavorit di Kebumen. Disana, aku mempunyai sahabat namanya Rara. Ia adalah sahabat terbaik yang pernah kutemui. 

     ~~~ 

    Hari ini....

  • Aksara Bersuara #43

     Rindu 

    oleh Annisa Itsna N.

    Ini mungkin sebuah kata-kata penuh cerita 

    Yang mengisahkan tentang kita 

    Kita yang mungkin saling menyayangi juga saling mencintai 

    Harapannya tak ingin memisahkan diri 

    Namun sepertinya tuhan telah memberi jeda waktu berupa celah rindu 

    Mungkin sudah tak mampu lagi untuk saling menatap 

    Namun percayalah, kita harus saling menetap 

    Sampai jumpa di koordinat titik temu 

    Bawa kotak rindu itu untuk aku dan kamu

  • Copyright @ 2018 LSP FKIP UNS Kampus VI Kebumen.