Pop Up Book Corona Series Sebagai Media Pembelajaran Virus
Corona Pada Siswa SD
Oleh: Agustina Puspa Mentari
Guru berasal dari kata dalam bahasa Arab yang disebut mu’allim dan
dalam bahasa Inggris teacher memiliki arti yakni A person whose
accupation is others (guru ialah seorang yang pekerjaannya mengajar orang
lain. Menurut UU Sisdiknas 2003 Bab XI Pasal 40 ayat 2b dijelaskan
bahwa guru adalah pendidik profesional yang wajib memiliki komitmen
untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk membantu meningkatkan
mutu pendidikan yang ada maka diperlukan adanya suatu kurikulum.
Kurikulum adalah rencana tertulis kemampuan yang harus dimiliki
berdasarkan standar nasional, materi perlu dipelajari dan pengalaman belajar
yang harus dijalani untuk mencapai kemampuan tersebut, dan dievaluasi
untuk menentukan tingkat pencapaian kemampuan peserta didik, serta
seperangkat peraturan yang berkenaan dengan pengalaman belajar peserta
didik dalam mengembangkan potensi dirinya pada suatu pendidikan
tertentu (Subandi, 2014:19)
Guna peningkatan kualitas pembelajaran maka guru membutuhkan
penggunaan media belajar. Media pembelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan merangsang terjadinya
proses belajar pada siswa (Aqib. Z, 2013:5). Akan tetapi, melihat kondisi
yang seperti saat ini menjadikan guru harus berpikir kreatif dan inovatif
dalam penyusunan media pembelajaran yang harus disesuaikan dan turut
bersinergi untuk sosialisasi terkait virus corona. Diketahui Corona Virus
Disease (Covid-19) sudah melanda Indonesia selama kurang lebih dua
tahun. Virus ini ditemukan pertama kali di Wuhan, Cina. Adapun gejala
dari seseorang yang terkena virus ini diantaranya: demam, mati rasa, batuk,
nyeri di tenggorokan, kepala pusing, hingga sulit bernafas jika virus ini
sudah sampai paru-paru.
Angka kematian akibat virus corona di Indonesia tertinggi di Asia setelah
Cina, pantauan data per-Juli 2021 total kematian akibat virus corona
mencapai 76.200 jiwa dengan jumlah kasus terkonfirmasi mencapai
2.950.058 jiwa. Adapun jumlah pasien yang sembuh mencapai 2.323.666
jiwa.
Dampak virus corona terlihat hampir di seluruh sektor kehidupan
masyarakat. Melemahnya ekonomi, pembatasan kegiatan sosial, pariwisata
ditutup, pusat perbelanjaan seperti pasar, mal mendadak sepi hingga
akhirnya ditutup sementara. Tak hanya itu saja, bidang pendidikan juga
merasakan dampaknya. Adanya PP Nomor 21 tahun 2020 tentang
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadikan kegiatan
pembelajaran siswa dilakukan secara daring dari semua jenjang yang ada.
Hadirnya virus ini menjadikan siswa mengalami kesulitan dalam menerima
pembelajaran. Kendala sinyal, kurangnya sarana prasarana penunjang
hingga media pembelajaran yang monoton menjadikan siswa mengalami
gejala Learning Loss. Learning Loss adalah istilah yang mengacu pada
hilangnya pengetahuan dan keterampilan baik secara umum atau spesifik.
Dapat dikatakan bahwa terjadi kemunduran proses akademik karena suatu
kondisi tertentu.
Sejalan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, perlahan
masing-masing jenjang pendidikan melakukan pembelajaran tatap muka
(PTM). Pemberlakuan PTM ini tetap harus memperhatikan protokol
kesehatan yang telah ditetapkan. Dalam pembelajaran tatap muka
mengalami dua masa yakni masa transisi dan masa kebiasaan baru. Untuk
mengurangi dampak Learning Loss serta sebagai salah satu sarana
sosialisasi akan virus corona, media pembeljaran yang digunakan oleh guru
harus menarik bagi siswa.
Pop up book Corona Series menjadi salah satu alternatif yang dapat
digunakan oleh guru sebagai media pembelajaran. Pop up book merupakan
media berbentuk buku tiga dimensi yang apabila dibuka bagian dalamnya
dapat terbuka memberikan kesan nyata. Menurut Dewanti, dkk (2018:224)
menyatakan media pop up book dapat mengembangkan kreativitas dan
memudahkan menangkap makna melalui perwakilan gambar yang menarik,
selain itu pop up book juga memunculkan keinginan untuk membaca.
Langkah-langkah dalam menyiapkan media pembelajaran ini diantaranya:
- Menyiapkan referensi terkait hal yang berhubungan dengan virus
corona (pengertian, gejala, dampak, hingga cara penanggulangan)
- Siapkan bahan dan alat pembuatan pop up book series
- Bahan dan alat yang dibutuhkan meliputi:
- Mulai merancang beraneka ragam bentuk tiga dimensi mengenai hal
tentang virus corona
- Susun hasil rancangan tadi menjadi satu kesatuan dan membentuk
sebuah pop up book
- Lakukan simulasi pengajaran sebelum diaplikasikan pada siswa
sekolah dasar
Implementasi kepada siswa sekolah dasar. Biarkan anak untuk lebih
aktif bertanya, meraba, ataupun bermain dengan pop up book
- Tidak lupa untuk melakukan evaluasi atas ketercapaian pembelajaran
menggunakan media pop up book corona series.
Harapannya dengan penggunaan media pop up book ini sisi kreatif dan rasa ingin tahu siswa meningkat. Terlebih dengan edisi virus corona, siswa sekolah dasar setidaknya memiliki pengetahuan mendasar akan kondisi pandemic yang sedang melanda. Dengan demikian, media pembelajaran dengan Pop up Book Corona Series turut andil bersinergi untuk bersama-sama menanggulangi virus corona.
DAFTAR PUSTAKA
Aqib. Z. 2013. No Title Model-Model, Media Dan Strategi Pembelajaran
Kontekstual (Inovatif)
Dewanti, H., Toenlioe, A. J. E., & Soepriyanto, Y. 2018. Pengembangan
Media Pop-Up Book Untuk Pembelajaran Lingkungan Tingkah Laku.
Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1, 221-228
Muhibbin, Syah. 2017. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset
Subandi. 2014. Pengembangan Kurikulum 2013 (Studi Analitis Dan
Subtantif Kebijakan Kurikulum Nasional). Terampil Jurnal Pendidikan
Dan Pembelajaran Dasar, 1 (1), 18-36
Syafrida., Hartati, Ralang. 2020. Bersama Melawan Virus Covid-19 di
Indonesia. Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 7 (6), 495-508